SEMINAR ILMIAH MAHASISWA-MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEOLOGI UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Share

Hari ini Sabtu tanggal 22 Februari 2020, Program Studi Pendidikan Teologi mengadakan Seminar Mahasiswa yang mengangkat tema: Gender dan Ekologi. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Van Roosmalen 12 yang dihadiri oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan Teologi Fransiskus Sales Lega, M.Th dan Romo Stanislaus Efodius Harmansi, Lic. In Re. Bib, dosen Program Studi Pendidikan Teologi dan Pembimbing Akademik angkatan 2018. Hadir juga mahasiswa-mahasiswi Program Studi Pendidikan Teologi dari tingkat I-IV.

Kegiatan ini dipandu oleh master of ceremony (MC) Adrianus Jemadis. Seminar diawali dengan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Arsenia Mensiana Nunik mahasiswi tingkat I dan doa oleh Yohanes Amal.

Dalam kata sambutannya Fransiskus Sales Lega mengapresiasi keempat pemateri yang sudah meluangkan waktu dan bersedia menjadi pemateri dalam seminar ilmiah ini. Lebih lanjut alumnus STFK Ledalero ini mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai ajang untuk  menampilkan apa yang dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswi. Oleh karena itu, semangat dari keempat pemateri patut diapresiasi sebagai langkah awal untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa selanjutnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Santu Paulus yang sudah memfasilitasi segala keperluan financial sehingga kegiatan seminar mahasiswa pada hari ini dapat terlaksana.

Seminar ini yang dipandu oleh moderator Vinsensius Daris, mahasiswa tingkat II menampilkan empat pemateri: dua mahasiswa semester VI, yakni Ursula Korina Mega dan Tomas Morus Runesi, dua mahasiswa semester IV, yakni Emanuela Wediawati Saputri Moghang dan Yuliana Dince.

Ursula Korina Mega yang biasa disapa Ina ini sebagai pemateri I membawakan makalah yang mengusung tema “Berdamai dengan Alam sebagai Implementasi Pembangunan Berkelanjutan”. Alumna SMAK Setia Bakti Ruteng ini menyadarkan peserta seminar betapa pentingnya menciptakan kehidupan masyarakat yang damai sebagai sesuatu yang menjadi idaman setiap orang yang berada di bawah panji Pancasila dan NKRI. Lebih lanjut, gadis kelahiran Terang ini mengatakan bahwa kedamaian itu dapat terwujud jika seseorang mampu menjalankan empat relasi, yakni relasi dengan diri sendiri, relasi dengan sesama, relasi dengan alam, dan relasi dengan Tuhan. Pemateri menyinggung gagasan Paus Fransiskus bagaimana manusia yang menjaga dengan mengelola alam secara bertanggungjawab.

Pemateri II yaitu Emanuela Wediawati Saputri Moghang biasa disapa Windy ini membawakan materi seminar dengan tema: “Membiasakan anak-anak Sekami Paroki Karot untuk Menjaga Lingkungan yang Bersih”. Pemateri mengatakan bahwa upaya menyelamatkan lingkungan pada saat ini hanya bersifat sporadik dan momental dan tidak cukup efektif. Karena itu, pemateri mengajak peserta seminar untuk bertanggungjawab membebaskan lingkungan sekitar dari berbagai krisis ekologis yang semakin mencemaskan. Lebih lanjut pemateri kelahiran Larantuka ini yang mengusung tema dengan locus Sekami Karot menegaskan bahwa Sekami Paroki Karot sangat mencintai, menjaga, merawat lingkungan dengan baik dan penuh tanggungjawab. Sekami Karot diprakarsai oleh Sr. Vincensia Koten, Misc yang juga dikenal sebagai pecinta lingkungan hidup, maka anak-anak asuhannya diajarkan dan menanamkan nilai sejak dini kepada mereka untuk mencintai lingkungan sekitar mulai dari hal-hal kecil seperti memungut sampah dan membuangnya pada tempatnya.

Pemateri III atas nama Ince Tato sapaan akrab dari Yuliana Dince membawakan materi seminar dengan tema: “Kedudukan Perempuan dalam Kebudayaan Manggarai”. Pemateri III ini mengupas tuntas tentang kedudukan, hak, hakikat kaum perempuan dalam kebudayaan Manggaari. Puteri Tentang, Manggarai Barat ini dalam pemaparannya mengatakan bahwa kedudukan perempuan di Manggarai sebagai ata peang menjadikan mereka tidak memiliki hak warisan dalam keluarga. Karena itu pemateri ini mengharapkan agar perjuangan akan kesetaraan gender dalam kebudayaan Manggarai dapat mentransformasi menjadi kebudayaan yang tidak berat sebelah.

Pemateri terakhir, Tomi Runesi sapaan untuk Tomas Morus Runesi membawakan materi  dengan judul: “Teologi Tubuh bagi Mahasiswa-Mahasiswi Dalam Kajian 1Kor. 6:12-20”. Makalah ini menjadi salah satu makalah yang dilombakan pada perlombaan Sumpah Pemuda dan meraih juara II tingkat BEM Unika Santu Paulus Ruteng. Pemateri asal Amarasi Kabupaten Kupang ini banyak memberi penyadaran baru bagi mahasiswa-mahasiswi peserta seminar akan penting menjaga tubuh yng adalah tempat bersemayamnya Allah, Tubuh Mistik Kristus dan Bait Roh Kudus. Selain itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teologi ini memberikan jalan keluar untuk menghindari diri dari penyalahgunaan tubuh yang menjerumuskan pada percabulan. Seminar ini lengkapi dengan sesi tanya-jawab dari peserta dan pemateri seminar.

Sekretaris Program Studi Pendidikan Teologi pada penegasan akhirnya mengatakan bahwa seminar hari ini menggugah kita mahasiswa-mahasiswi untuk terus mencipta dan berani menemukan gagasan-gagasan baru dalam pencarian intelektual kita. Oleh karena itu, untuk selanjutnya seminar mahasiswa ini akan melalui tahap penjaringan dan studi kelayakan sebuah materi sebelum dipresentasikan pada seminar ilmiah seperti hari ini.

Perlu diketahui bahwa Ursula Korina Mega, Emanuela Wediawati Saputri Moghang dan Yuliana Dince adalah mahasiswi yang terpilih sebagai peserta pada ajang pemilihan mahasiswa prestasi sehingga makalah mereka telah melewati studi kelayakan dan dipresentasikan pada seminar hari ini. Sedangkan pemateri IV Tomas Morus Runesi meraih juara II tingkat institusi yang diselenggarakan oleh Warek III Bidang Kemahasiswaan UNIKA Santu Paulus Ruteng, sehingga makalahnya dipresentasikan pada hari ini.

Peliput: Suithbertus Roja Dori & Yustina Yuyun Paskalia

Editor: Br. Tomas Morus Runesi, SVD

Leave A Reply