MAHASISWA PENDIDIKAN TEOLOGI MENGIKUTI BIMBINGAN KARIER

Share

Mahasiswa tingkat IV semester 8 Program Studi Pendidikan Teologi terlibat dalam kegiatan bimbingan karier yang diselenggarakan oleh PUKET III STKIP St. Paulus Ruteng, Jumat (17/5/2019).

Kegiatan yang mengusung tema “Mengenal Potensi Diri dan Kesiapan Memasuki Karier di Masa Depan” menghadirkan sembilan (9) pembicara yang datang dari latar belakang yang berbeda, yakni dari dunia pendidikan (yang mewakili Kepala Dinas Pendikan dan Kebudayaan, Guru TK, Guru SD, Guru SMP dan Guru SMA), Jurnalistik, dan pengusaha (Kopi Mane), Kepala Bank NTT, serta politisi.

Ketua STKIP Santu Paulus, Romo Yohanes Servatius Lon, Pr dalam sambutannya ketika membuka secara resmi kegiatan ini mengatakan bahwa lembaga mengadakan kegiatan ini sebagai wujud cinta dan kepedulian terhadap mahasiswa/i yang siap terjun ke dunia kerja. “Kegiatan ini sangat penting, mencermati fenomena yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat”, tambahnya.

Romo John menyatakan bahwa meningkatnya pengangguran pada masa kini, selain disebabkan oleh lapangan kerja yang tidak tersedia, juga karena tamatannya belum mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. “Kami juga meyakini, salah satu faktor penyebab pengangguran adalah tamatan-tamatan kita tidak disiapkan secara baik untuk memasuki dunia kerja”, tegasnya.

Keempat narasumber yang berkarier di dunia pendidikan mengatakan bahwa guru memiliki tiga tugas pokok, yakni profesi, kemanusiaan, dan kemasyarakatan. “Guru yang profesional harus mampu belajar dari pengalaman-pengalaman yang terkecil, menghargai proses, tidak terpaku pada jurusan, melainkan secara kreatif mengembangkan karir. Selain itu, seorang guru mesti menyadari bahwa kejujuran merupakan aset utama dalam memasuki dunia kerja. Ia mesti mempunyai potensi dan siap ditempatkan di mana saja”, kata mereka.

Dari dunia jurnalistik, Fransiskus Obon mengatakan bahwa potensi dan kemampuan dan keterampilan menjadi dasar dalam mengembangkan diri dalan dunia kerja. Sejalan dengan itu, Politisi PDIP, Heribertus Nabit mengharapkan agar mahasiswa sebagai calon tenaga kerja mulai berpikir alternatif dan kritis yang didukung oleh skill.

Sebelumnya, kegiatan ini didampingi oleh dua pemateri yang merupakan dosen tetap di STKIP Santu Paulus Ruteng, yakni P. Frans Laka Lazar SVD sebagai pemateri tentang “Mengenal, Menggali, dan mengembangkan Potensi Diri”.

Dalam materinya, Pater Frans  menjelaskan bahwa sebelum memasuki dunia kerja, mahasiswa perlu mengenal, menggali, dan memgembangkan karir. Hal ini sangat penting dalam  mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik, sehingga mampu mengolah potensi diri dan kekurangan atau kelemahan yang ada dalam diri serta mampu menjadi tenaga kerja yang profesional.

“Tujuan dari seseorang mengenal diri sendiri, yaitu, pertama, dengan mengenal kelemahan-kelemahan diri, seseorang bisa meminimalisir kesalahan dan berusaha mencari cara terbaik untuk mengatasinya. Kedua, dengan mengenal kekuatan/kelebihan dalam diri, seseorang dapat mendayagunakan potensi-potensi itu untuk membangun dan mengembangkan diri dengan baik”, kata imam yang juga rektor komunitas Novisiat Sang Sabda Kuwu ini.

Selanjutnya, Imam SVD itu mengatakan bahwa ada tujuh langkah yang harus dilewati untuk menemukan potensi diri, yakni membuat keputusan untuk berkembang, mengenal diri sendiri, menyingkirkan rasa takut akan kegagalan, menentukan dan menetapkan tujuan, meraih tujuan melalui langkah-langkah kecil, membuat daftar pencapaian, dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Fabianus Hadiman Bosko menjelaskan bahwa dalam mengembangkan karir, hal yang perlu dibangun adalah relasi intrapersonal dan memperluas jaringan relasi dengan sesama individu ataupun kelompok.

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa semester VIII itu akan berakhir pada tanggal 25 Mei 2019 dengan mengunjungi tempat di mana para narasumber berkarier.

Sebagai penutup dari kegiatan bimbingan karier hari ini, Rm. Stephanus Turibius Rahmat, Pr mengatakan bahwa hal yg paling utama dalam memasuki dunia kerja adalah membangun dan mengembangkan karakter, membangun jati diri serta mempertahan dan mengasah kemampuan atau potensi yang ada dalam diri kita.

Peliput: Valentinus Sutrisno

Editor: Oswaldus Bule, Lic. Paed.

Leave A Reply