EKARISTI, PERAYAAN SYUKUR ATAS CINTA TUHAN

Share

Ekaristi adalah nutrisi bagi calon pendidik iman Katolik dan pelayan pastoral baik dalam lingkup Gereja maupun lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, Program Studi Pendidikan Teologi menetapkan hari Kamis sebagai hari misa Program Studi agar warga Program Studi dapat menimba kekuatan rohani melalui Sabda Tuhan dan hosti kudus. Selain it, melalui perayaan Ekaristi, warga Prodi Pendidikan Teologi menyatakan syukur atas cinta Tuhan

Kegiatan penting itu pun dilaksanakan pada Kamis (16/5/2019) di Kapela Agung STKIP Santu Paulus Ruteng. Perayaan yang dihadiri 45 mahasiwa itu dilayani oleh mahasiswa tingkat I sebagai penanggung jawab koor, tingkat II sebagai lektor, dan akolit dari tingkat I dan II.

Selebran misa ini adalah Pater Raymundus Beda SVD. Putra Lembata ini mengawali perayaan syukur atas cinta Tuhan ini dengan menegaskan bahwa iman kepada Yesus adalah iman yang menyelamatkan dan menghidupkan.

Lebih lanjut, dalam kotbahnya, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ini menyatakan bahwa hal yang paling penting dalam hidup ini bukan soal siapa yang terbaik, tetapi soal siapa yang mau berbuat baik meskipun sering tidak dihargai. Seorang pencinta sejati tahu mencari jalan untukk membahagiakan orang lain atau orang yang dicintai.

“Itulah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Dalam hidupNya, Yesus banyak berbuat baik dan rela berkorban, wafat di salib supaya mengangkat kita dari dosa menuju keselamatan dan kebahagiaan”, tandas rektor Komunitas SVD St. Yosef Ruteng ini.

Pada akhir kotbah, Pater Ray, menegaskan bahwa inti iman tidak terletak pada dosa, melainkan niat baik untuk bertobat. Hal yang paling penting dalam hidup adalah kesiapan kita untuk selalu bangkit dari kejatuhan dan menjadi pewarta sukacita bagi orang lain.

Penulis menyaksikan bahwa semua mahasiswa yang hadir dalam perayaan syukur atas cinta Tuhan ini sungguh mengalami bahwa ekaristi ini sangat bermakna dan menghidupkan. Mereka merasa senang terhadap kotbah yang sangat hidup dan inspiratif.

Peliput: Maria Marselina Bunga Koten

Editor: Oswaldus Bule, Lic. Paed.

Leave A Reply