BERANI AMBIL RESIKO BAGI JANJI TUHAN

Share

Apolonia Senau, Ursula Korina Mega, Afriana Jenita, dan Maria Marselina Bunga Koten (empat mahasiswi Program Studi Pendidikan Teologi) terlibat dalam acara Week End dalam rangka hari Minggu Panggilan sedunia. Keempatnya mendampingi anak-anak Sekami Paroki St. Fransiskus Asisi Karot dalam kegiatan Week End anak-anak Sekami se-keuskupan Ruteng.  Week end yang diselenggarakan oleh keuskupan Ruteng itu mengusung tema Minggu Panggilan sedunia tahun ini, yakni: “Berani Ambil Resiko Bagi Janji Tuhan.” Tema ini diangkat untuk mengingatkan dan menyadarkan anak-anak akan panggilan mereka sebagai anak-anak Tuhan.

Week end yang dilaksanakan di paroki San Pio Langke Majok ini dan dihadiri oleh 1.300 anak sekami dari 32 paroki di kevikepan Ruteng, Borong dan Labuan Bajo berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 11-12 Mei 2019.

Kegiatan tersebut diawali dengan Kepok Curu dan Kapu Ketua Rombongan yaitu Direktur Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Ruteng Rm. Servulus Juanda, Pr dan pimpinan rombongan dari setiap paroki pada hari Sabtu 11 Mei 2019 pkl 16.00 WITA dalam kemah di pelataran Gereja. Selanjutnya panitia KKI menyampaikan agenda kegiatan week end dan membagi tempat penginapan peserta.

Para peserta week end dibagi dalam 6 stasi dan 31 KBG. Anak-anak sekami yang menginap di KBG-KBG membawakan doa Rosario bersama, kemudian dilanjutkan dengan animasi panggilan, shering dan rekreasi bersama umat di KBG masing-masing.

Keesokan harinya, Minggu 12 Mei 2019 pagi diadakan acara pelepasan dari masing-masing KBG. Pada pukul 09.00 dirayakan misa Minggu Panggilan di Gereja paroki. Dalam perayaan tersebut Rm. Gerardus Janur Pr, Vikep Ruteng, mengatakan bahwa untuk menjadi baik, “jangan pernah mengabaikan Allah, tetapi memberi hati dan kesempatan kepada Allah untuk bekerja dalam diri kita. Kita menjadi lebih baik karena didikan para pembina, orang tua dan guru. Selain itu kita menjadi baik karena terlibat secara aktif dalam kegiatan menggereja; Dalam kebersamaan terjadi proses pembelajaran,” tandasnya.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa kita berada di sini karena Tuhan memanggil kita. Panggilan Tuhan adalah panggilan cinta, maka cinta Tuhan perlu dibagikan kepada orang lain. Kita perlu menjadi seorang gembala yang mengingat masa depan dombanya dan membaktikan seluruh hidup dan perhatiannya demi kebaikan semua orang. Kristus sebagai gembala yang baik meminta Gereja menjadi gembala yang baik bagi umatnya. Seperti Yesus yang mencintai, maka kita juga hendaknya memiliki cinta dan mencintai kehidupan. Orang yang mencintai berarti Dia rela berkorban dan memperhatikan domba-dombanya.

Sementara itu dalam sambutannya, Rm. Servulus Juanda mengatakan bahwa 1.300 anak sekami merupakan masa depan bangsa, keluarga dan Gereja keuskupan Ruteng. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kehadiran para romo merupakan dukungan terhadap pertumbuhan iman anak-anak ini.

Dalam kesempatan tersebut, bapak Robert Sebagai ketua dewan Paroki San Pio Langke Majok menyampaikan terima kasih kepada keuskupan Ruteng yang telah mempercayakan paroki San Pio Langke Majok sebagai tuan rumah untuk kegiatan sekami. Ini merupakan yang ketiga kalinya paroki San Pio Langke Majok menjadi tuan rumah.

Umat Paroki Langke Majok sangat mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi di paroki Langke Majok. Umat merasa senang dan bangga karena dikunjungi oleh anak-anak Sekami dari berbagai paroki dengan kekhasannya sendiri-sendiri.

 

Usai perayaan misa, dilanjutkan dengan acara animasi sekami, pentas seni dan makan siang bersama di pelataran Gereja mulai pkl 12.00 WITA. Kesempatan pentas seni tersebut diprioritaskan kepada paroki yang berasal dari luar kota Ruteng. Setelah selesai acara pentas seni, semua rombongan sekami kembali ke paroki masing-masing.

 

Peliput: Maria Marselina Bunga Koten

Editor: Oswaldus Bule, Lic. Paed.

Leave A Reply