UPAYA MENUMBUHKAN KEPEDULIAN UMAT STASI PUNTU TERHADAP ORANG SAKIT MELALUI KATEKESE

Share

Kegiatan katekese merupakan bentuk kepedulian program studi Pendidikan Teologi terhadap pertumbuhan dan perkembangan iman umat stasi Puntu sebagai persiapan untuk menjadi praparoki. Selain itu kegiatan ini juga membantu paroki Nangalanang dan stasi Puntu khususnya yakni menjadi Gereja yang mau dan berani melayani satu sama lain dalam semangat kasih persaudaraan.

Hal ini disampaikan oleh Pater Daniel Fallo, SVD sebagai pastor yang bertugas di stasi Puntu, Paroki Nangalanang, dioses Ruteng. Beliau memberi apresiasi positif terhadap kegiatan katekese yang dilaksanakan oleh 64 mahasiswa program studi pendidikan Teologi STKIP Santu Paulus Ruteng di 6 Komunitas Basis Gerejawi (KBG) di paroki Nanga Lanang, stasi Puntu. Kegiatan dengan tema: KBG yang Peduli Terhadap Orang Sakit itu dilaksanakan pada hari Jumat, 19 April 2019.

Selain itu, katekese ini mempersiapkan umat stasi Puntu untuk memyambut hari Paskah kebangkitan Kristus dan bertujuan melatih para calon katekis untuk menjadi pewarta yang handal dan tangguh di kemudian hari, demikian pendapat Adrianus Jebarus, M. Th, moderator Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Teologi.

Ketua KBG Santa Marta Puntu, Martinus Mopas berkesan bahwa katekese yang dibawakan oleh mahasiswa sungguh-sungguh dipersiapkan dengan baik, sehingga umat mengerti dan memahami isi katekese dan berperan aktif dalam proses dan jalannya katekese. Ketua stasi Leonardus Uran mengatakan bahwa kegiatan katekese yang dibawakan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Teologi sangat baik karena bukan hanya membuat umat mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan tetapi juga mengingatkan dan menyadarkan umat untuk pentingnya pemberian diri dalam melayani satu sama lain tanpa menuntut adanya imbalan. “Katekese ini dapat menyadarkan umat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan menggereja dan juga kegiatan di KBG-KBG. Keterlibatan dan kepedulian satu sama lain merupakan kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan dan cobaan hidup”, ungkapnya.

Penulis: Maria Marselina Bunga Koten

Editor: Oswaldus Bule

Leave A Reply