MEMBANGUN JEMBATAN KOMUNIKASI, MEMAJUKAN CINTA Tatap Muka Prodi Pendidikan Teologi dengan Ketua MUI Manggarai

Share

Pengetahuan merupakan salah satu syarat mendasar untuk membangun dan merawat kerukunan. Pengetahuan tentang pentingnya menjalin hubungan, keteladanan, masalah-masalah, termasuk masalah keagamaan merupakan hal mendasar agar kerukunan terbangun. Demikian pula dibutuhkan pengetahuan dan kesadaran bahwa semua agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Manggarai, Haji Amir Kelelau ketika menyambut para mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi STKIP Santu Paulus Ruteng dan dosen pendamping dalam acara tatap muka pada Minggu, 3 Maret 2019 di Aula Raudhatul Athfal Baiturahman Ruteng.

                Haji Amir yang didampingi empat stafnya menegaskan bahwa para mahasiswa mesti menjadi figur terdepan, tokoh teladan yang giat membangun bangsa dan mencegah aneka gangguan dan beragam masalah, termasuk gangguan keagamaan.  Mahasiswa perlu kritis membedakan ajaran agama dan para pelakunya. Ajaran agama tidak pernah membenarkan radikalisme dan terorisme. Agama Islam menyatakan bahwa berbuat kebaikan itu penting untuk diri sendiri dan untuk orang lain.

Pak Haji yang telah berusia 81 tahun ini mengingatkan mahasiswa untuk tidak memberikan stigma pada agama tertentu sebagai bagian dari terorisme. Dalam agama Islam, terorisme adalah kejahatan kemanusiaan. Islam melawan terorisme. MUI telah menerbitkan fatwa agar pelaku terorisme dijatuhi hukuman mati.

Haji Amir yang telah berada di Ruteng sejak 1961 menyambut mahasiswa dengan terbuka dan menginformasikan beberapa hal tentang masyarakat muslim Manggarai, antara lain tentang Yayasan Baiturahman, struktur MUI Manggarai, mesjid Agung dan mesjid Raya, Forum Kerja Sama antar Umat Beragama (FKUB), Sholat Idul Fitri dan Idul Adha.

Kunjungan mahasiswa kepada masyarakat muslim Manggarai ini merupakan bagian dari kuliah Sosiologi Agama yang diampu oleh Dr. Fransiska Widyawati. Kunjungan ini merupakan salah satu dari empat kunjungan ke komunitas agama lain. Sebelumnya para mahasiswa dan Ibu Fransiska telah mengujungi komunitas jemaat Gereja Pantekosta, komunitas jemaat GMIT, komunitas umat Hindu.

Ibu Siska, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Santu Paulus Ruteng yang tidak dapat mendampingi mahasiswa ke komunitas muslim Manggarai, mempercayakan pendampingan itu kepada Pater Oswaldus Bule, SVD.

Dalam sambutannya pada acara tatap muka itu, Pater Oswaldus menyampaikan terima kasih kepada Pak Haji Amir dan staf atas kebaikan, sikap berbela rasa dan empati untuk ikut serta membentuk mahasiswa menjadi pribadi bertakwa, sehat, berkarakter baik, berempati, dan terus menerus menumbuhkan kebaikan.

Pater Os, yang adalah Ketua Program Studi Pendidikan Teologi ini menyampaikan apresiasi kepada Pak Haji Amir dan stafnya (Pak Abdullah, Pak Abdurahman Marola, Pak Ustad Syafrudin) yang memilih membangun jembatan komunikasi dialog ketimbang tembok pemisah, memajukan cinta yang mempersatukan ketimbang menyuburkan kedengkian dan permusuhan. (Penulis: Ewaldus Eri Wanggus. Editor: Oswaldus Bule)

Leave A Reply