ASISTENSI NATAL 2018 PAROKI WANING

Share

Perayaan Natal adalah perayaan iman bagi umat Kristen pada umumnya dan katolik khususnya. Perayaan iman akan Allah yang menjelma menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah manusia. Melalui kelahiran Yesus, Allah yang Mahatinggi masuk dalam kehidupan manusia dan mangalami pergulatan hidup bersama umat-Nya.

 

Program studi pendidikan Teologi memaknai perayaan Natal, perayaan kelahiran Yesus sebagai  perayaan kasih Allah yang menyatu dengan umat-Nya. Allah yang mau hadir dan mengalami kehidupan bersama umat-Nya. Maka pada tanggal 23 – 26 Desember 2018 65 mahasiswa program studi pendidikan Teologi bersama  dua dosen pendamping  mengalami peristiwa kebersamaan dengan melaksanakan kegiatan asistensi Natal bersama umat di paroki Waning.

 

Kehadiran mahasiswa disambut baik oleh umat. Mahasiswa dan dosen dibagi ke dalam 16 KBG. Mahasiswa bersama dosen pendamping tinggal dan mengalami kehidupan bersama umat. Itulah salah satu bentuk pastoral yang dilakukan oleh program studi pendidikan Teologi.

 

Selama berada bersama umat ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan. Diantaranya: kegiatan katekese, baksos, koor, kunjungan umat dan olah raga. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan semangat umat untuk terlibat dalam hidup menggereja dan mempererat kasih persaudaraan.

Mahasiswa Teologi saat Merayakan Natal di Paroki Waning

Mahasiswa Teologi saat Merayakan Natal di Paroki Waning

Pada misa perayaan Natal, Rm. Sony Igar sebagai pastor paroki dalam kotbahnya mengatakan bahwa Natal adalah peristiwa iman yang harus mengubah kebiasaan, cara berpikir secara total, secara baru. Bahwa Natal sebenarnya adalah suatu pemberian hidup di mana seorang tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri tapi untuk Tuhan dan dengan Tuhan, karena Tuhan adalah Tuhan yang selalu beserta kita, yang tinggal dan berjalan bersama kita, kata beliau.

Natal akan menjadi bermakna jika kita mau keluar dari kenyamanan diri untuk mengubah kebiasaan buruk, untuk mau menjadi lebih baik dari hari kemarin dan mau bersikap rendah hati serta mau menolong sesame yang miskin dan menderita.

 

Sementara bapak Frans mengatakan bahwa asistensi merupakan peristiwa yang mereka tunggu-tunggu di mana umat memiliki harapan agar ada mahasiswa yang mengadakan asistensi di paroki Waning. Umat sangat merasa senang karena mereka dibantu dalan tugas liturgy yaitu koor dan sebagainya. Selain itu kehadiran mahasiswa juga merupakan suatu bentuk dukungan dan dorongan bagi umat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan menggereja.

Leave A Reply