PERAN PENDIDIK DALAM MEMBINA SIKAP BERIMAN DAN BERSYUKUR Seminar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi Ruteng, 21 April 2018

Share

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi mengadakan seminar pada hari  Sabtu, 21 April 2018 di Ruang Roosmalen 13. Seminar tersebut  menghadirkan empat ‘Kartini’, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teologi tingkat IV semester VII, yakni Maria Wiharti Dian, Sr. Agnesia Issa, Hendrina Sriasrin, dan Sr. Martha Pawolung. Dipandu oleh  Ewaldus Eri Wanggus selaku moderator, seminar itu mengangkat tema utama ‘Peran Pendidik Dalam Membina Sikap Beriman Dan Bersyukur’.

Maria Wiharti Dian selaku pemateri pertama membahas topik ‘Pengaruh Penggunaan Media Gambar terhadap Prestasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PAK’. Ia menegaskan bahwa media gambar merupakan salah satu sarana efektif untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik.  Media gambar membantu peserta didik untuk memahami materi dan meningakatkan prestasi belajarnya.

Pemateri kedua, Hendrina Sriasrin mengkaji ‘Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Semangat Missioner Anak’. Ibu tiga anak ini menegaskan bahwa orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Oleh karena itu, orang tua wajib mengarahkan dan memberikan contoh yang baik kepada anak-anak agar mereka dapat bertumbuh dan berkembang ke arah yang baik.

Selanjutnya, pembicara ketiga, Sr. Agnesia Issa menyajikan materi tentang Serikat Anak Misioner sebagai wadah pembinaan iman di Paroki Kristus Raja, Ruteng. Suster dari Kongregasi Maria Bunda Berdukacita ini menegaskan bahwa dalam mendidik, seorang pendidik harus memiliki kreativitas yang tinggi sehingga peserta didik tidak merasa bosan mengikuti kegiatan. “Kreativitas itu ditunjukkan antara lain dengan tidak hanya menggunakan metode ceramah dan pendalaman Kitab Suci, tetapi juga dengan memanfaatkan media gambar, gerak dan lagu”, tandasnya.

Pemateri keempat, Sr. Martha Pawolung SSpS  memaparkan kajiannya tentang ‘Upacara Syukur Panen Dalam Kepercayaan Marapu, Sumba Tengah Dan Relasinya Dengan Ekaristi Serta Implikasinya Bagi Pendidikan Anak’. Ia mengatakan bahwa eksistensi manusia dan pendidikan karakter anak yang beriman dan bersyukur ditentukan oleh kebudayaan. Budaya merupakan sarana untuk mengantar manusia mengerti dan memahami Pribadi Ilahi atau wujud tertinggi (Allah).

Pada akhir seminar, Pater Oswaldus Bule,SVD selaku ketua Prodi Pendidikan Teologi mengatakan bahwa kajian ilmiah yang dibawakan dalam seminar kali ini merupakan kegiatan yang baik untuk mengimplementasikan visi program studi  sebagai program studi unggul yang menghasilkan pendidik iman, manajer pendidikan, dan  reksa pastoral yang kompeten, professional, dan mampu beradaptasi di tengah situasi yang berubah-ubah.

 

Penulis: Maria Marselina Bunga Koten

Editor: Oswaldus Bule, Lic. Paed.

Leave A Reply