TAKE YOUR CANDLE AND GO LIGHT YOUR WORLD Sosialiasi Human Trafficking dan Misi Para Suster Gembala Baik di Manggarai

Share

Pada hari Kamis, 15 dan 22 Februari 2018, Program Studi Pendidikan Teologi melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang human trafficking dan karya misi para suster Gembala Baik. Kegiatan itu dilaksanakan sebagai wujud kerja sama para suster Religious of the Good Shepherd (RGS) dengan Program Studi Pendidikan Teologi.

Sosialisasi tentang perdagangan manusia berlangsung pada hari Kamis, 15 Februari 2018 pukul 11.30 s.d 13.00 wita di Kapela STKIP Santu Paulus. Sosialisasi itu dilaksanakan oleh Ibu Rostan, didahului pengantar oleh Sr. Anas RGS serta didampingi oleh Ibu Yati.

Sr. Anas, asal Jawa Tengah itu, mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai seorang yang mengalami “baptis berdiri” atau setelah dewasa; ia bersyukur atas rahmat menjadi katolik. Pemimpin komunitas RGS Ruteng ini menghimbau agar para mahasiswa yang sejak kecil telah menjadi katolik sungguh menghayati dan menyaksikan nilai-nilai agama katolik, antara lain dengan mencegah dan melawan human trafficking.

Ibu Rostan, mitra awam yang terlibat dalam karya misi RGS, membagi pengalamannya dalam mendampingi para korban human trafficking. Ibu guru Bimbingan dan Konseling SMAN II ini mengisahkan keterlibatan bersama para para suster Gembala Baik di wilayah keuskupan Ruteng untuk menunjukkan belas kasih  Tuhan bagi kaum perempuan yang menjadi korban kekerasan dan perdagangan manusia. Ia menyampaikan bahwa RGS Ruteng dan mitra awam menunjukkan komitmen terhadap para korban dengan menjalankan pusat pelayanan ‘Weta Gerak’ . Selama tahun 2016  Weta Gerak menangani 9 kasus human trafficking, 2 kasus kekerasan dalam rumah tangga, 1 kasus pelecehan seksual, 2 kasus persetubuhan di bawah umur, 2 kasus pembuangan bayi, dan 1 kasus penganiayaan.

Para suster dan mitra awam juga terjun ke tengah umat di sembilan paroki dioses Ruteng, yakni (1) Bea Mese, (2) Bea Nio, (3) Langke Majok, (4) Kumba, (5) Todo, (6) Narang, (7) Colol, (8) Tilir (9) Mok. Hingga 2016 tim telah menghimpun sedikitnya 775 TKI. Banyak dari mereka meninggalkan keluarga dan memberi status ISMI (istri migran) kepada istri mereka.

Minggu berikutnya tanggal 22 Februari 2018, pada jam dann tempat yang sama, dilaksanakan sosialisasi tentang Serikat Gembala Baik dan misinya. Acara ini dibawakan oleh Sr. Natalia RGS dan didampingi oleh ibu Yati. Suster asal Jakarta ini mengawali kegiatan sosialisasi ini dengan memperdengarkan lagu Take Your Candle and Go Light Your World (Ambillah Lilinmu dan Terangilah Duniamu)Selanjutnya ia menampilkan kondisi-kondisi kemanusiaan yang mengenaskan seperti human trafficking, kemiskinan, dll. Ia menyatakan bahwa kepada manusia yang mengalami kondisi demikian Yesus datang sebagai gembala baik.

Belas kasih Yesus itu dilanjutkan oleh Santa Maria Eufrasia, pendiri RGS. Dengan motto “setiap pribadi lebih berharga daripada seluruh dunia”, suster asal Perancis ini melakoni peran sebagai duta gembala baik. Ia hidup demi kemuliaan Allah dan keselamatan sesama. Ia bukan orang berbakat besar, namun ia mencinta dengan segenap kekuatan jiwanya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh sebanyak 35 orang mahasiwa. Euwaldus Eri Wanggus, mahasiswa tingkat  II menyatakan rasa senangnya karena ia boleh mengikuti sosialisasi ini. “Dengan mengikuti acara ini, saya tergugah untuk ikut berjuang mencegah human trafficking.

Salvinus Hagun, mahasiswa tingkat II,   juga menyatakan bahwa dirinya terkesan pada kegiatan ini serta bertanya: “Di manakah peran pemerintah dalam mengatasi masalah ini?”

Ketua Program Studi, Pater Oswaldus Bule SVD menyatakan bahwa kegiatan ini amat penting. “Melalui kegiatan ini, para mahasiswa dapat menjadi calon pendidik iman yang terlibat dalam gerakan mencegah human trafficking.

 

Peliput: Grasiana Angela Merici

Editor: Oswaldus Bule, Lic. Paed.

Leave A Reply