KATEKESE MASA PRAPASKAH 2018

Share

Program studi pendidikan Teologi sebagai lembaga yang mendidik generasi muda menjadi pendidik  iman  bertanggung jawab terhadap kehidupan iman generasi muda. Generasi muda sebagai penerus masa depan Gereja perlu dibekali dengan pemahaman iman yang benar akan Allah yang menderita, sengsara, wafat dan bangkit. Untuk itu, pada tanggal 16 Maret 2018 yang lalu, 20 mahasiawa program studi pendidikan Teologi bersama dosen pendamping turun ke SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng untuk mengadakan katekese dengan tema: “Menjadi Manusia Baru dalam Kristus yang Bangkit.” Mahasiswa dibagi dalam 7 kelas. Masing-masing kelas didampingi oleh 2 atau 3 mahasiswa sebagai fasilitator katekese

Katekese bertujuan untuk mengajak dan memotivasi para siswa siswi agar menghayati hidup baru sebagai jalan untuk  memperbaiki diri dari berbagai kekurangan seperti kemalasan, kenakalan, kebohongan dan kebencian. Kemalasan, kenakalan kebohongan dan kebencian adalah tindakan yang tidak terpuji. Hal itulah yang marak terjadi dikalangan anak remaja dewasa ini. Situsi itu harus dirubah dan diperbaiki dan terus berusaha menghayati cara hidup baru, hidup yang dijiwai oleh Kristus yang Bangkit.

Selain itu, siswa juga belajar untuk memaknai peristiwa prapaskah sebagai peristiwa tobat dan pembaharuan diri menyongsong Kristus yang bangkit pada perayaan Paskah nanti. Hidup baik, jujur, rajin dan penuh kasih  pasti akan membawa sukacita dan kebahagiaan. Leoni salah satu siswa kelas III Bahasa I mengatakan dalam sering pengalaman bahwa tema katekese yang dibawakan kali ini sangat baik dan menyentuh. Tema yang didalami bersama mengingatkan dirinya bahwa sudah saatnya dia harus berubah menjadi manusia baru yakni dengan rajin belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak-ibu guru.

Sementara Yohan, mengatakan bahwa katekese ini sangat baik karena diberikan kepada anak remaja. Artinya bahwa anak remaja sungguh-sungguh diperhatikan dan dipersiapkan t menjadi agen pastoral yang memiliki iman yang solid  yang mampu memperjuangkan dan mewartakan kebenaran dan kasih kepada sesama.Menjadi manusia baru berarti mengenakan Kristus dan hidup didalam kasih-Nya, tandasnya.

Penulis : Adrianus Jebarus, M. Th

Leave A Reply