Pelatihan Pengolahan Kulit Pisang Menjadi Bahan Pangan Bernilai Ekonomis

Share

Manggarai merupakan daerah subur yang kaya akan tanaman pangan. Salah satu jenis tanaman pangan yang tumbuh subur di daerah ini adalah pisang. Pisang sering dijadikan sebagai makanan pencuci mulut setelah makan atau diolah menjadi makanan ringan lainnya seperti pisang goreng, kripik pisang, nugget pisang, kolak dan lain sebagainya. Memanfaatkan atau mengolah pisang menjadi sesuatu yang lebih bernilai adalah hal yang biasa dilakukan oleh para ibu rumah tangga di Manggarai atau di belahan dunia lainnya. Akan tetapi pernahkan tersirat dalam pikiran para ibu rumah tangga tersebut untuk mengolah kulit pisang menjadi sesuatu yang lebih bernilai?

Kulit pisang yang dihasilkan oleh rumah tangga termasuk pedagang gorengan sangat banyak. Kulit pisang itu biasanya berakhir di tong sampah atau dijadikan pakan ternak seperti babi. Padahal sebenarnya kulit pisang dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai lebih karena kandungan vitamin yang dimilikinya sangat baik bagi tubuh manusia. Oleh karena itu, agar kulit pisang yang dihasilkan oleh rumah tangga tidak terbuang begitu saja diadakanlah suatu kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Mbau Muku, Kecamatan Langke Rembong.

Kegiatan PKM tersebut berjudul Pelatihan Pengolahan Kulit Pisang Menjadi Bahan Pangan Bernilai Ekonomis dan dilaksanakan sehari penuh di Kelurahan Mbaumuku. Kegiatan ini dilakukan oleh para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Santu Paulus Ruteng dibawah koordinasi Yosefina Helenora Jem, M.Pd (NIDN 0801108502). Kegiatan PKM tersebut didukung penuh oleh Lurah Mbaumuku (Robertus Heron Banilo, S.Fil) dan dihadiri oleh para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Tim PKK kelurahan. Dalam sambutannya, Lurah Mbau Muku berharap agar para ibu sebagai pelaku ekonomi dalam rumah tangga dapat memanfaatkan moment ini untuk menambah pengetahuan da meningkatkan kreatifitas dalam mengolah “sampah” rumah tangga seperti kulit pisang.

Inti dari kegiatan ini adalah masyarakat khususnya para ibu rumah tangga memiliki pengetahuan tentang kandungan gizi dalam kulit pisang dan manfaatnya bagi tubuh serta dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Kegiatan ini terdiri dari dua bagian yaitu (1) sosialisasi tentang kandungan vitamin dalam kulit pisang dan manfaatnya bagi tubuh manusia dan (2) demo pengolahan kulit pisang menjadi brownies. Para ibu rumah tangga yang hadir sangat antusias apalagi di akhir kegiatan mereka dapat mencicipi brownies buatan mereka sendiri yang berbahan dasar kulit pisang.

Leave A Reply