Dr. Daniel Dhakidae: Gereja Katolik dan Perubahan Sosial di Flores

Share

Salah satu pimpinan Yayasan Ende Flores (YEF) Dr. Daniel Dhakidae tampil sebagai pembicara dalam International Conference on Education, Culture, and Humanities/ICECH (Minggu, 19/11/17). Tokoh nasional yang berasal dari Flores ini mempresentasikan materi tentang Gereja Katolik dan Perubahan Sosial di Flores.

Hadir pada kesempatan tersebut para peserta yang berasal dari berbagai negara, dosen dan mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng, para peserta dari kalangan pemerintah dan Gereja, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dr. Daniel mengungkapkan tentang sejarah Gereja Katolik di wilayah Plores yang disebutnya sebagai “Nusa Nipa, Nusa Naga (a Dragon Land)”.

Menurutnya, Gereja Katolik memainkan peran yang sangat besar dalam fenomena perubahan sosial yang terjadi Flores. Hal itu dibuktikan dengan peran para misionaris yang aktif menjalankan pembangunan dalam perspektif misiologis, antropologis, dan tentu saja perspektif teologis. Tujuannya adalah untuk memaknai warisan-warisan religius dan kultural dengan berbagai gagasan dan idealisme dalam pikiran orang-orang Flores.

Penulis buku “Cendekiawan dan Negara Orde Baru” ini juga menjelaskan tentang bagaimana posisi Gereja dan Pemerintah dalam membangun Flores. Menurutnya, Gereja dan pemerintah, yang dirapresentasikan oleh otoritas regionalnya, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi mesti menjadi kunci dan kekuatan yang sangat penting dalam kehidupan sosial politik di Wilayah Flores.

Dr. Daniel Dhakidae adalah salah satu putra terbaik Flores yang berkiblat dalam konstelasi pemikiran nasional. Beliau meraih gelar Ph.D di bidang pemerintahan dari Department of Government, Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat.

Doktor kelahiran Toto-Wolowae, Ngada, Flores, 22 Agustus 1945 ini merupakan pendiri Yayasan Tifa dan pemimpin umum Jurnal Pemikiran Sosial Ekonomi Prisma.

Peliput : Lian Jemali

Leave A Reply