Masyarakat Dusun Tempode Mengikuti Pelatihan Pelestarian Ekosistem Pesisir

Share

“Sampah lautan  tidak hanya mengotori lautan tetapi juga dapat mengotori tubuh manusia.”

Ruteng, PGSD UKI Santu Paulus- Masyarakat dusun Tempode, desa Salama, kecamatan Reok, kabupaten Manggarai mengikuti pelatihan pelestarian ekosistem pesisir, Kamis (25/7/2019).

Pelatihan ini diinisiasi dan diberikan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia (UKI) Santu Paulus Ruteng.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat kawasan dusun Tempode yang belum menyadari tentang bahaya dari sampah lautan (marine debris). Hal tersebut dapat dilihat dari kawasan pasang surut air laut atau daerah tepi pantai yang dipenuhi sampah rumah tangga dan juga sampah pengunjung pantai (masyarakat luar dusun) baik itu yang bersifat organik maupun anorganik.

Baca juga: Kelompok Tani Dewulawe Mengikuti Pelatihan Pengolahan Limbah Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Cair

Menyikapi realitas ini, Tim PkM UKI Santu Paulus Ruteng yang diketuai oleh Marlinda Mulu, S.Si., M.Pd., dan anggotanya Yohanes Wendelinus Dasor, S.Fil., M.Pd, Vitalis Tarsan, M.Pd., Robertus Hudin, M.M dan Alfonsus Sam, M.Pd., hadir memberikan pelatihan yang bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Dusun Tempode Melalui Upaya Pelestarian Ekosistem Pesisir”.

Ketua Tim PkM Marlinda Mulu, dalam pemaparan materinya menjelaskan,  bahaya sampah lautan  tidak hanya mengotori lautan tetapi juga dapat mengotori tubuh manusia.

Terlihat Sampah berserakan di pesisir pantai Tempode.
(photo oleh Tim PkM)

“Sampah pesisir yang terdapat di wilayah pasang surut, terutama sampah plastik berpeluang terbawa arus ke laut lepas atau samudra. Sampah-sampah tersebut kemudian terurai perlahan di lautan dan akan menjadi bentuk yang paling kecil “mikroplastik”. Mikroplastik ini, kemudian dapat masuk ke tubuh hewan laut baik itu ikan, kerang dan lainnya sehingga dapat berpindah ke tubuh manusia yang mengkonsumsi makanan laut/sea food,” lanjut dia.

Baca juga: Dosen PGSD UKI Santu paulus Melaksanakan PkM di MIN 2 Tempode

“Mengingat pentingnya mengetahui dampak dari perilaku tidak menjaga kelestarian pesisir maka mari kita membangun kesadaran warga pesisir akan pentingnya ekosistem pesisir demi terjaganya keberlangsungan hidup manusia itu sendiri dan makhluk hidup lainnya,” tegas Marlinda.

Peserta yang hadir dalam pelatihan ini adalah warga dusun Tempode desa Salama kecamatan Reok kabupaten Manggarai.

Peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Itu terlihat dari intensitass diskusi mereka dengan Tim PkM.

Sebelum pelatihan berakhir, peserta meminta agar kiranya pelatihan ini dapat dilakukan berulang-ulang agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelestarian ekosistem pesisir. (***Admin)