Share
“keselamatan bukan untuk saya, bukan untuk polisi, bukan untuk pengemudi saja, tetapi untuk kita bersama demi terwujudnya Indonesia yang gemilang”

Kasat Lantas Polres Manggarai, Iptu Jainudin sedang membawa materi di hadapan masiswa PGSD STKIP Ruteng, Kamis, 24 Januari 2019. (Foto: Selvianus Hadun)

STKIP, Kasat Lantas, Iptu. Jainudin, S.Sos.,MH., memberikan kuliah umum tentang ketertiban dan keselamatan berlalu lintas bagi para mahasiswa PGSD STKIP Ruteng, Kamis (24/1/2019).

Iptu Jainudin mengatakan salah satu poin penting dalam keselamatan lalulintas bagi pengemudi adalah perlengkapan kendaraan selama berlalulintas.

Sebab itu, untuk mendukung program pemerintah melalui pihak kepolisian dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalulintas, pengemudi perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan lalu lintas yang baik.

Pengemudi, kata Jainudin harus memilki kelengkapan seperti, Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Helem, kaca spion, dan Nomor Plat motor.

Pengemudi, lanjut Jainudin tidak boleh mengemudi sementara mabok. Banyak kecelakaan lalulintas yang telah terjadi karena pengemudi mengendarai kendaraannya sementara mabuk.

Baca juga:Polres Manggarai: Dua Tahun Terakhir, Ada 49 Korban Tewas Akibat Laka Lantas

“Misalnya, pada tahun 2017 dari 56 kasus lakalantas di Manggarai , terdapat 30 orang yang meninggal. Pada 2018 terdapat 19 orang yang meninggal. Sebagian besar dari kasus kecelakaan itu disebabkan karena pengemudinya menjalankan kendaraannya sementara mabuk,” ujar Jainudin saat memberikan kuliah umum di kampus STKIP Santu Paulus Ruteng, Kamis (24/1/2019).

“Oleh sebab itu kita menjalankan program pemerintah melalui pihak kepolisian untuk menjalankan sebuah festival keselamatan lalulintas yang bertajuk “Milenial Road Safety Festival” yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2019” ujar Jainudin.

“Sasaran dari kegiatan itu adalah kaum milenial yang berusia 17-35 tahun. Karena usia-usia itu rentan sekali dengan kasus lakalantas sesuai dengan data-data yang dimiliki oleh Pihak Laka Lantas,” sambungnya.

Kasat Lantas Polres Manggarai, Iptu Jainudin foto bersama mahasiswa STKIP Santu Paulus di Aula Missio STKIP Ruteng. (Foto: Selvianus Hadun)

“Saya pikir saudara-saudara ini berusia berkisaran dari 17-35, iya ga? Nah, olehnya itu kami berharap agar saudara-saudara mahasiswa/I STKIP Santu Paulus Ruteng ini bersama-sama menjaga keselamatan lalulintas demi terwujudnya Indonesia yang gemilang. Mari memulai dari kaum milenial. Kalian ini adalah kaum milenial yang berintelektual. Kami yakin bila kita semua sama-sama menjaga dan mempromosikan keselamatan lalulintas pasti kasus laka lantas pada tahun 2019 ini di Manggarai akan menjadi berkurang dan kalau bisa ga ada,” tandasnya.

“Nah, mulai menjaga dan mempromosikan itu dari diri sendiri. Misalnya dengan mengendari speda motor dari rumah ke kampus dengan menaati semua aturan lalulintas. Mengenakan helem, bersim, membawa STNK, dan satu lagi, ga boleh pakai kenalpot racing. Kalau kedapatan memakai kenalpot racing maka yang itu langsung ditilang aja dan antar ke kantor polisi. Seperti kejadian malam tahun baru 2018-2019. Kami blokir semua jalan dan kami menahan 31 unit motor yang berkenalpot racing. Sehinggal malam tahun baru kemarin ini merupakan malam tahun baru yang paling sepih sudah,” tegas Jainudin.

Baca juga:Bangun Pariwisata NTT, Guide-guide Perlu Dibekali Ilmu

“Kita perlu menjaga keselamatan lalullintas sebagaimana kita menjaga diri kita sendiri. Untuk itu saya mengundang kita semua untuk mengikuti festival keselamatan lalulintas pada tanggal 2 februari 2019 ini. Diharapakan dalam target kami akan kami undang 1000 unit motor mengikuti kegiatan itu. Ini program pemerintah melalui pihak kepolisian,” ungkapnya.

Nah bila ada yang bermain-main, kata jainudin laporkan ke saya. Karena tim saya menjalankan tugas sesuai apa yang saya tugaskan. Bila ada komplein datang kepada saya jangan komplein dengan polisi saya karena mereka menjalankan tugas yang saya amanahkan.

Baca juga:Gubernur NTT Memberikan Kuliah Umum di STKIP Santu Paulus Ruteng

“Jika ada kejadian lalulintas segera laporkan ke pihak kepolisian, biar kami cepat terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Terus kalau kejadian itu dilaporkan maka itu ada dana jasaraharjanya. Tentunya berdasarkan proses dan ketentuannya. Namun kalau kasusnya tidak dilaporkan, mau meninggal atau apa saya tidak peduli,” kata Jainudin. (Admin***)