Share

“Pembelajaran literasi di stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Roe masih bersifat monoton dan didominasi oleh guru,” ujar Eliterius Sennen.

Beliau mengatakan hal ini saat tiba di lokasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kapela Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Roe, Paroki Santa Maria Penghibur Orang Berdukacita Rekas, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Roe, Kamis (27/12/2018)

“Pembelajaran literasi di sekolah-sekolah di lingkungan Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Roe, masih bersifat monoton dan didominasi oleh guru (teachers centre) sehingga siswa kurang mengetahui kompetensi pembelajaran literasi yang harus dimiliki,” tegas Eliteriius.

“kegiatan pembelajaran literasi yang dilaksanakan oleh para guru di sekolah belum banyak didukung dan dibantu oleh para orang tua di rumah. Pembelajaran literasi belum dipandang sebagai kegiatan bersama para guru dan orang tua serta masyarakat sekitar, padahal untuk mengembangkan kemampuan literasi anak maka perlu suatu gerakan bersama,” sambungnya.

Baca juga:Remigius Baci: Meningkatkan Kesadaran dan Kecintaan Masyarakat Kampung Copu Desa Ruis terhadap Alam

Menyikapi realitas itu tim PkM Lembaga Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santu Paulus Ruteng menghadirkan kegiatan PkM yang bertajuk pada Edukasi Konsep Umum Tentang Literasi Bagi Orang Tua Dan Guru Di Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Roe, Paroki Santa Maria Penghibur Orang Berdukacita Rekas.

Kegiatan PkM itu diketuai oleh Drs. Eliteriuis Sennen, M.Pd., (NIDN: 08.2209 6302), Arnoldus Helmon, M.Pd. (NIDN: 08.180782.01), anggota 1, Florianus Dus Arifian, M.Pd. (NIDN: 08.220682.02), anggota 2.

“Sasaran utama dalam kegiatan PkM itu adalah para orang tua dan guru di lingkungan Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Roe, Paroki Santa Maria Penghibur Orang Berdukacita Rekas, Desa Cunca Lolos, baik secara individu maupun kelompok,” papar Eliterius.

“Para orang tua dan guru perlu didorong dan diberi pencerahan tentang pentingnya peran orang tua dan guru dalam usaha meningkatkan atau mengembangkan kemampuan literasi anak. Para orang tua harus mendukung dan memulainya dari rumah, sementara guru harus melanjutkannya dengan mengubah pendekatan proses pembelajaran, dari pendekatan pembelajaran menghafal dan mengingat menjadi pembelajaran bermakna yang berorientasi pengembangan kemampuan literasi anak,” ungkap Eliterius

baca juga erakan Selebrasi Kerukunan Umat Beragama Generasi Milenial Menyongsong Pemilu Serentak 2019

Beberapa point sebagai tujuan kegiatan PkM itu dilaksanakan; “(a) agar para orang tua dan guru memiliki pengetahuan yang memadai tentang pentingnya kerjasama dan usaha yang serius dalam mengembangkan kemampuan literasi anak, (b) Para orang tua dan guru memiliki pengetahuan yang memadai tentang bentuk-bentuk usaha yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan literasi anak sesuai peran masing-masing, (c) Para orang tua memiliki kesadaran akan pentingnya keterlibatan mereka dalam usaha menumbuh-kembangkan kemampuan literasi anak, (d) Para guru memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan kemampuan literasi anak melalui usaha-usaha yang kreatif dan inovatif sesuai potensi dan sumber daya dukung yang ada,” tukas Eliterius yang juga Sekretaris LPM STKIP Santu Paulus Ruteng.
Baca juga Upaya Meningkatkan Kesadaran Anak Muda dan Pelesterian Adat Kokor Tago
Kegiatan PkM itu dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 28-29 Desember 2018, bertempat di Kapela Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Roe, Paroki Santa Maria Penghibur Orang Berdukacita Rekas, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Pelaksanaan kegiatan itu dilakukan melalui metode diskusi dan sharing pengalaman para orang tua dan guru di lingkungan Stasi Hati Amat Kudus Tuhan Yesus Roe. Dijalnkan dalam tiga tahap; Tahap sosialisasi, Tahap pengajaran, dan Tahap evaluasi. (Admin)***