Share

Keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skill) perlu ditekankan dalam pembelajaran di sekolah termasuk dalam pembelajaran bahasa. Demikian poin yang ditegaskan Florianus Dus Arifian, M. Pd., Dosen STKIP Santu Paulus Ruteng, dalam kegiatan PkM dengan kelompok mitra/sasaran para guru SDK Roe, SMPN 2 Mbeliling, dan SMKN Mbeliling di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu dan Kamis, 26—27 Desember 2018. Dalam pembelajaran bahasa, siswa perlu diarahkan guru untuk menguasai teks dan konteks, mampu melihat isi di dalam dan di seputar kotak. Bahkan, pengarahan pada konteks menjadi kunci penting untuk memijahkan HOTS dalam diri siswa. Demikian penegasan dari dosen jebolan magister dari Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Baca juga:PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS DI SEKOLAH DASAR

Turut hadir dalam kegiatan PkM tersebut Arnoldus Helmon, M. Pd., dan Drs. Eliterius Sennen, M. Pd. Keduanya adalah anggota pengusul PkM yang diketuai oleh Florianus Dus Arifian, M. Pd. Kegiatan PkM bertempat di salah satu ruang kelas SDK Roe. Para guru dari tiga lembaga, yakni SDK Roe, SMPN 2 Mbeliling, dan SMKN Mbeliling mengikuti kegiatan tersebut dengan antusiasme yang tinggi. Mereka semangat mengikuti kegiatan karena materi yang disampaikan dalam PkM sungguh mencerahkan mereka untuk memahami dan mengaplikasikan HOTS dalam praktik pembelajaran yang selaras dengan tuntutan Kurikulum 2013 dewasa ini.

Baca juga:Para Guru Di SDK Roe, SMPN Mbeliling, dan SMKN Mbeliling Masih Perlu Diedukasi dan Didorong

Kegitan PkM tersebut menggunakan metode ceramah, diskusi, dan latihan. Ceramah dan diskusi dilakukan untuk menguatkan pemahaman mitra tentang konsep umum HOTS dalam konsep khusus HOTS dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun latihan diselenggarakan untuk merancang pembelajaran dan instrumen tes bahasa Indonesia yang berorientasi HOTS.

Baca juga: Drs. Eliterius Sennen, M.Pd. Memberi Konsep Umum Tentang Literasi Bagi Orang Tua dan Guru di Roe

Pada akhir kegiatan PkM, mitra menyampaikan komitmen untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah didapat. Sementara itu, Ibu Rin, Kepala SDK Roe sekaligus kordinator mitra PkM, meminta agar dosen dari kampus tidak henti-hentinya ‘turun gunung’ untuk membagikan khazanah pengetahuan kepada para guru di sekolah.

Penulis: Flori Arifian