Share

Pisang Kepok (Musa acuminata) merupakan salah satu jenis tanaman pisang yang banyak ditemukan di Indonesia. Pisang ini berbentuk gempal dan berukuran besar. Jenis pisang ini sering dikonsumsi keluarga saat santai. Pengolahan yang dilakukan pun relatif sederhana cukup dengan merebus hingga pisang tersebut hingga matang atau akan diolah menjadi keripik pisang yang digoreng untuk buah yang belum matang sedangkan untuk buah yang matang diolah menjadi pisang goreng. Hal yang sama juga terjadi pada masyarakat Desa Golo Muntas, Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Namun, cara mengkonsumsi yang seperti ini lama kelamaan akan membuat masyarakat menjadi bosan dan jenuh, apalagi dalam hal makanan setiap orang pasti menginginkan sesuatu yang baru.

Baca juga: Peluang dan Tantangan Pendidikan pada Era Revolusi Industri 4.0

Memperhatikan kondisi tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) STKIP Santu Paulus Ruteng yang terdiri atas 5 orang mahasiswa dan diketuai seorang dosen yaitu bapak Zephisius R. E. Ntelok, M.Pd. pada tanggal 3 Maret – 12 September 2018 melakukan kegiatan pelatihan pengolahan pisang kepok menjadi keripik pisang pelangi kepada masyarakat di desa Golo Muntas, kecamatan Satar Mese. Kegiatan pelatihan ini bertujuan selain untuk menciptakan varian baru produk makanan juga untuk memberi inspirasi dan melatih kerjasama kelompok masyarakat dalam menciptakan sebuah usaha.

Baca juga: Mahasiswa Tingkat IV PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng Mengikuti Kegiatan Pembekalan Magang II di Aula Misio

Menurut bapak Zephisius R. E. Ntelok, M.Pd selaku ketua tim kegiatan PkM ini, “pengolahan pisang kepok menjadi keripik pelangi dapat meningkatkan nilai ekonomis buah pisang kepok karena setelah diolah menjadi keripik pisang pelangi, rasa keripik pisang akan beragam ditambah dengan warna-warna yang menarik perhatian, akan menarik minat orang untuk membeli hasil olahan tersebut. Dengan demikian jika sebelumnya pisang kepok hanya dijual dengan harga yang murah, setelah diolah menjadi keripik pisang
pelangi, nilai jual pisang kepok akan bertambah”.

Baca juga: PENINJAUAN KURIKULUM KKNI PROGRAM STUDI PGSD STKIP SANTU PAULUS RUTENG

Melalui kegiatan PkM ini, tim berharap masyarakat Desa Golo Muntas dapat terinspirasi untuk menciptakan lapangan usaha baru berskala rumahan melalui UKM dengan memanfaatkan potensi desa Golo Muntas yang banyak terdapat tanaman pisang kepok. Dengan lapangan usaha baru tersebut, kesejahteraan masyarakat secara ekonomi juga akan meningkat dan juga turut membantu pemerintah daerah dalam usaha meningkatkan perekonomian masyarakat.

Penulis: Zephisius R.E. Ntelok