Upaya Meningkatkan Kesadaran Anak Muda Tentang Dampak Penggunaan Smart Phone Terhadap Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Desa Golo Lanak

Share

“Nilai-nilai kearifan lokal perlu diwariskan terhadap anak-anak muda agar tidak mudah terperosok dalam dampak negatif penggunaan smartphone.”

Hubertus Aliansi Jehata, S.Fil.,M.Pd., ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dosen di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santu Paulus Ruteng, dalam sambutanya mengatakan bahwa realitas anak-anak muda zaman sekarang sungguh menyedihkan, Lana (3/10/2018).

“Nilai-nilai kearifan lokal perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Budaya sopan santun, menghargai orang tua, menghargai orang yang lebih tua sudah tidak diperhatikan lagi. Selain itu, budaya dempul wuku, tela toni (kerja keras) sudah mulai hilang dari sikap dan pikiran anak mudah di Manggarai. Fenomena ini terjadi sebagai dampak dari penggunaan smartphone. Anak-anak muda lebih fokus dengan mengakses smartphone mereka untuk memperoleh semua jenis informasi yang dibutuhkan,” tukasnya lebih lanjut.

Baca juga: Upaya Meningkatkan Kesadaran Anak Muda dan Pelesterian Adat Kokor Tago

Sementara itu realitas hidup anak-anak muda di desa Golo Lanak kecamatan Cibal Barat masih sungguh natural. Kehidupan keseharian mereka bisa dibilang tergolong natural dalam hal ini kearifan lokalnya masih sangat kental. Gaya hidup mereka sungguh sederhana sesuai dengan kondisi lingkungan alam sekitar. Mereka belum terkontaminasi oleh akses internet/informasi sebagaimana yang dialami oleh anak mudah diwilayah perkotaan. Nilai-nilai kearifan lokal masih dipegang teguh seperti sopan dalam hal bertutur kata, tindakan, gaya hidup maupun cara berpikir.

Baca juga: Gerakan Selebrasi Kerukunan Umat Beragama Generasi Milenial Menyongsong Pemilu Serentak 2019

Menyikapi realitas ini, Hubertus A. Jehata bersama anggota PKMnya (Mahasiswa PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng) hadir dengan membawakan kegiatan PKM yang bertajuk pada “Upaya Meningkatkan Kesadaran Anak Muda Tentang Dampak Penggunaan SmartPhone Terhadap Nilai-Nilai Kearifan Lokal di desa Golo Lanak.”

Verifikasi dan Validasi Basis Data Terpadu (BDT) Berbasis Semangat Gotong Royong

Kegiatan tersebut bermaksud agar nilai-nilai kearifan lokal tetap dipelihara, diperhatikan dan diwariskan ke generasi selanjutnya. Untuk mencapai tujuan tersebut mereka percaya bahwa meningkatkan kesadaran akan budaya setempat/nilai-nilai kearifan lokal harus dipegang teguh dan meningkatkan kesadaran anak-anak mudah akan dampak negatif dari penggunaan smart phone terhadap kearifan lokal.

Baca juga: PKM Mewujudkan Hidup Sehat Melalui Kegiatan Bersih Lingkungan Sekitar

Jenis Kegiatan yang dilakukan adalah adanya interaksi komunikasi langsung dengan anak-anak muda di desa Lanak berupa diskusi bersama, tanya jawab dan saling memberi atau membagi pengalaman tentang dampak positif dan dampak negatif dari penggunaan smart phone baik dari segi tutur kata, gaya hidup, tindakan penyelewengan dan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan.

Tujuan Kegiatan PKM dilaksanakan agar anak-anak mudah tetap memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal walaupun mereka menggunakan smart phone yang memiliki akses internet. Anak mudah memiliki kesadaran bahwa nilai-nilai kearifan lokal itu baik dan perlu dilestarikan walaupun berbagai macam budaya atau kebiasaan yang ditawarkan oleh budaya orang lain. Agar anak mudah bijak dalam menggunakan smart phone yang memiliki akses internet dan tetap menggunakan smart phone dengan tidak melupakan budaya sendiri

Baca juga: Pemetaan Potensi Ekonomi Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Benteng Tubi Kabupaten Manggarai

Kegiatan PKM itu berlangsung dari bulan Oktober sampai November 2018. Anggota PKM bersama Ketua berperan aktif dan dengan antusiasme yang tinggi menjalankan kegitan tersebut. Kegiatan tersebut dijalankan setiap hari Rabu, Kamis, dan Jumat setiap Minggu.

download: klik disini Download Sertifikat Akreditasi Prodi PGSD

Besar harapan Hubertus Aliansi Jehata, ketua PKM agar mahasiswa yang adalah anggota PKM dapat menjadi petunjuk dan teladan bagi generasi bangsa dan Negara. Bagi anak-anak muda generasi penerus desa Lana tetap mempertahankan dan meningkatkan nilai-nilai kearifan lokal yang ada serta diwariskan terhadap sesama agar tidak mudah terperosok dalam dampak negatif penggunaan smartphone yang dapat melenyapkan kearifan lokal.

Oleh: Selvianus Hadun