PkM: Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Limbah Bunga Sukun Jantan Menjadi Penolak Nyamuk Alami di Desa Langgo.

Share

Indonesia sebagai negara dengan curah hujan yang cukup tinggi yakni berkisar antara 1000 – 3000 mm/tahun berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan berbagai jenis nyamuk. Maka tidak heran jika angka penderita penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk selalu tinggi setiap tahunnya. Sebagai contoh, penyakit demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty, pada tahun 2010, 157.000 orang di seluruh Indonesia dengan lebih dari 1.400 orang diantaranya adalah anak-anak yang meninggal dunia. World Health Organization (WHO) bahkan mencatat Indonesia sebagai negara dengan kasus Demam Berdarah Dengue tertinggi di Asia Tenggara dimana pada tahun 2014, sampai pertengahan bulan Desember tercatat penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang, dan 641 orang diantaranya meninggal dunia (http://depkes.go.id).

Baca juga: PKM PENGEMBANGAN KREATIVITAS SENI KAUM MUDA

Memperhatikan kondisi ini, penggunaan obat nyamuk baik obat nyamuk bakar, semprot maupun yang berbentuk lotionyang banyak tersedia di pasaran menjadi pilihan utama masyarakat agar terhindar dari gigitan nyamuk. Namun yang tidak disadari oleh masyarakat adalah, meskipun efektif mengusir nyamuk, residu bahan kimia yang terkandung di dalam obat nyamuk tersebut memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Baca juga: Upaya Meningkatkan Kesadaran Anak Muda Tentang Dampak Penggunaan Smart Phone Terhadap Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Desa Golo Lanak

Atas dasar ini, STKIP Santu Paulus Ruteng melalui tim Pengabdian Masyarakat yang diketuai oleh Bapak Zephisius Rudiyanto Eso Ntelok, M.Pd melakukan kegiatan Pelatihan Pengolahan Limbah Bunga Sukun Jantan Menjadi Penolak Nyamuk Alami kepada Masyarakat desa Langgo kecamatan Satar Mese kabupaten Manggarai. Kegiatan yang berlangsung selama 4 minggu ini yang dilakukan setiap hari sabtu sejak tanggal 13 Oktober sampai 3 November 2018 ini memiliki 2 tujuan utama yaitu memberikan informasi tentang manfaat bunga sukun yang dianggap sebagai sampah oleh masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan obat nyamuk alami dari limbah bunga sukun tersebut.

Baca juga: Menumbuhkan Rasa Cinta Anak-Anak SDK Lous Terhadap Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Kegiatan English For Fun

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini, selain memberikan manfaat kesehatan juga dapat memberikan manfaat secara ekonomi. Menurut bapak Zephisius R. E. Ntelok, M.Pd sebagai ketua tim pelaksana, “kegiatan pelatihan ini dari segi kesehatan dapat menghindarkan masyarakat dari gigitan nyamuk dan dari segi ekonomis mengurangi pengeluaran masyarakat untuk membeli obat nyamuk’’. Tim berharap masyarakat dapat mengembangkan produk hasil kegiatan pelatihan ini menjadi sebuah UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang dapat meningkatkatkan kesejahteraan masyarakat baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan.

Penulis: Zephisius R.E.Ntelok