Share

“Masyarakat kurang kreatif dalam memanfaatkan bahan pangan untuk diolah menjadi makanan lokal,” Pius Herman Tuwa, Salama, (22/8/2018)

Beliau mengatakan hal itu pada saat melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan di desa Salama kecamatan Reok kabupaten Manggarai, (22/8/2018)

Pius menilai bahwa “masyarakat desa Salama tidak bisa mandiri dan produktif untuk bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dari sumber penghasilan lokal seperti pisang,” ujarnya.

Buah pisang selain di kategorikan sebagai buah-buahan ternyata juga bisa diolah menjadi beberapah olahan makanan seperti, pisang goreng, pisang molen, keripik pisang, tar pisang. selain berbagi jenis olahan makanan lokal tersebut pisang juga dapat diolah menjadi pentol pisang.

Baca juga:Pius Herman Tuwa melakukan Penyuluhan Menyikat Gigi yang Baik dan Benar bagi Anak SD Ruis

“Daerah Salama adalah daerah penghasil pisang yang cukup banyak. Sebagian besar masyarakat dengan pekerjaan sebagai petani rata-rata memiliki perkebunan pisang. Meskipun demikian nasib para petani tersebut tidak mengalami peningkatan. Kehidupan ekonomi mereka masih pada taraf miskin. Mengapa demikian, ketika ditelusuri ternyata masalahnya sangat komplek yaitu masyarakat tidak paham berbisnis tetapi masih mau berbisnis karena tuntutan keadaan ekonomi yang serba kekurangan” kata Pius.

Baca juga:Remigius Baci: Meningkatkan Kesadaran dan Kecintaan Masyarakat Kampung Copu Desa Ruis terhadap Alam

Menyikapi realitas itu dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santu Paulus Ruteng, Pius Herman Tuwa, M.Pd., (NIDN. 08.2108.8403) bersama anggota PkM yang adalah group PKM; Heribertus Konradus (NPM:15.31.3202), Anastasia Widia Ratna (NPM:15.31.5068), Angelina Jemsi (NPM:15.31.6071), Olivia Minung (NPM:15.31.3149), dan Lensiani Hariyani (NPM:15.31.4013), melaksanakan kegiatan PkM yang bertajuk pada “Meningkatkan Minat Masyarakat untuk Berbwirausaha dengan Pelatihan Membuat Olahan Makanan Lokal Pentol Pisang di Desa Salama.”

klik di sini Download Sertifikat Akreditasi Prodi PGSD

“Kegiatan itu dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat terbuka dan terima dengan berbagai hal yang dapat membawa prubahan baik bagi perkembangan ekonomi mereka maupun perkembangan potensi minat dan bakat. Masyarakat juga dapat memiliki kemampuan untuk membuat berbagai kreasi makanan dari hasil pangan lokal, serta masyaarakat mampu bekerja secara mandiri. Sehingga masayarakat tidak hanya mengenal pentol bakso yang dari daging semata tetapi dapat juga dari hasil pangan local; pisang,” jelas Pius.

Baca juga:Kanisus Supardi: Memberi Pelatihan Pembuatan Briket dari Cangkang Kemiri kepada Masyarakat Desa Toe

Kegiatan itu dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang berwirausaha dengan memanfaatkan pisang sebagi bahan dasar pembuatan pentol bakso. Melakukan pelatihan membuat olahan makanan berbahan dasar pisang.

Kegiatan berlangusng dari tanggal 22-25 AGustus 2018. Masyarakat sangat antusias dalam menjalankan kegiatan itu.
“Output dari kegiatan ini adalah masyarakat telah memiliki skill untuk mengolah pisang menjadi bahan dasar pembuatan pentol. Masyarakat juga memiliki pengetahuan tentang pengolah hasil pangan lokal,” lanjut Pius.

“Besar harapan saya agar masyarakat desa Salama mendidik dan melatih generasi berikut agar pengetahuan dan skill pengolah pisang menjadi pentol tidak hanya berkhir pada tetapi berkelanjutan dari generasi ke generasi,” ujar Pius mengakhiri pembicacaraanya dengan masyarakat desa Salama. (Admin***)