VERVAL BDT DESA RADO: SAATNYA MEMBANGUN DESA BERBASIS DATA

Share

Sejak tanggal 17 Juli sampai dengan 25 Agustus 2018 program studi PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng melaksanakan verifikasi dan validasi Basis Data Terpadu (verval BDT) di desa Rado, kecamatan Cibal, kabupaten Manggarai. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). PkM merupakan salah satu dharma dari tiga dharma perguruan tinggi yang lazim disebut dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain PkM, dua dharma yang lainnya adalah pendidikan-pengajaran dan penelitian.

Tim PkM ini dipimpin oleh seorang dosen sebagai ketua dan beranggotakan empat orang mahasiswa. Ketua tim adalah Mikael Nardi, M. Pd (NIDN: 0808108301), dosen sekaligus Ketua Program Studi PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng. Sedangkan keempat mahasiswa sebagai anggota tim PkM adalah Albertus Agung (NPM: 15.31.3089), Alfrida Munur (NPM: 15.31.2037), Ananias E. Anggom (NPM: 15.31.6039), dan Noviana Jimun (NPM: 15.31.5037).

“Saat ini pemerintah mencanangkan pembangunan dengan pendekatan desa. Dana untuk pembangunan desa naik hingga miliran. Namun selama ini desa terkesan tidak siap. Muncul masalah mau bangun apa, bangun dari mana, visi pembangunannya apa? Hal ini disebabkan karena desa tidak punya data yang valid sebagai titik star perencanaan pembangunan”. Demikian disampaikan ketua tim PkM, Mikael Nardi, M. Pd dalam sambutan pada acara penerimaan tim PkM di kantor desa Rado.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kevalidan Basis Data Terpadu (BDT) Desa Rado. Oleh karena itu, PkM ini diberi judul “Verifikasi dan Validasi BDT Untuk Meningkatkan Validitas Basis Data Terpadu Desa Rado, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT”.

Fransiskus Lehot, kepala desa Rado, dalam sambutannya menekankan keterbatasan yang dimiliki oleh aparat desa dalam membuat profil desa berbasis data yang valid. Frans Lehot menyatakan sangat senang dan berterima kasih atas kegiatan pengabdian masyarakat dari program studi PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng.

“Kegiatan ini sangat membantu kami ke depan sehingga kami dapat membuat perencanaan pembangunan dengan target-target pencapaian yang berbasis pada data yang valid”. Demikian tuturan kepala desa Rado, Fransiskus Lehot.

Proses verifikasi dan validasi BDT menggunakan teknik survei dengan instrumen aplikasi SIKS-NG versi manual yang sudah dicetak. Tim PkM melakukan verifikasi dan validasi data dengan mengunjungi rumah-rumah warga pada sore dan malam hari. Dari 265 Kepala Keluarga yang diverifikasi, ada 252 Kepala Keluarga yang ditemukan, 8 Kepala Keluarga tidak ditemukan, 3 Kepala Keluarga sudah pindah, dan 2 Kepala Keluarga ternyata masih merupakan tanggungan Kepala Rumah Tangga lain.

Penulis: Mikael Nardi