PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MAHASISWA YANG TERINTEGRASI DENGAN PROGRAM DESA DAPAT MENUMBUHKAN PRILAKU SOSIAL DI MASYARAKAT

Share

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan manusia. Kampus atau sekolah merupakan miniatur masyarakat sosial yang selalu mengikuti perubahan atau perbaikan budaya kehidupan secara terus menerus guna mengantisipasi persepsi negatif terhadap institusi pendidikan saat ini. Persepsi negatif terhadap dunia pendidikan, tentu memiliki alasan empiris, dimana lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi belum banyak melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Adanya perjumpaan antar kelompok-kelompok anak mudah yang sebagian besar pelajar, sering terjadi pergesekan yang berdampak tawuran antara suku, agama, ras dan antar kampung. Jiwa sosial sudah mulai luntur, gotong royong sudah tidak kedengar lagi dikalangan masyarakat. Yang nampak dipermukaan dalam keseharian sifat ego (individualis).

Baca juga:Remigius Baci: Meningkatkan Kesadaran dan Kecintaan Masyarakat Kampung Copu Desa Ruis terhadap Alam

Demi menjaga budaya hidup sosial, gotong royong dan rasa aman serta mengantisipasi persepsi tentang kualitas pendidikan di tengah masyarakat, maka STKIP Santu Paulus Ruteng melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat secara rutin setiap tahun. Seperti yang di lakukan oleh Dr. Abdul Majir, M. KPd bersama mahasiswa yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Pembinaan Persaudaraan Kampus (UKM LP2K) bekerjasama dengan dengan pemerintah desa melaksanakan kegiatan PKM dengan tema:” Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa Yang Terintegrasi Dengan Program Desa Dapat Menumbuhkan Prilaku Sosial Di Masyarakat” Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Pota Manggarai Timur pada bulan juni sampai Juli 2018.

Baca juga Gerakan Selebrasi Kerukunan Umat Beragama Generasi Milenial Menyongsong Pemilu Serentak 2019

Kegiatan dilasanakan bersama pemerintah desa dalam dua program, yaitu dalam bentuk fisik dan non fisik.
Program Fisik yaitu: Pemasangan Plangisasi: 1) pembuatan plang penunjuk Masjid dan sekolah seperti lokasi dari perangkat desa, perangkat RT/RW maupun fasilitas seperti balai dusun atau tempat ibadah, tempat wisata di daerah Pota sehingga mamperjelas lokasi, 2) pembuatan dokumentasi dan Profil Masjid, Pembuatan dokumentasi dan profil Masjid sebagai identitas meliputi sejarah berdirinya, dan kepengurusan.

Baca juga Upaya Meningkatkan Kesadaran Anak Muda dan Pelesterian Adat Kokor Tago

Program Non Fisik, yaitu : 1) latihan mengahafat ayat Al-Quran, dan lomba Azan setelah sholat dhuhur sampai berbuka selama bulan puasa 2018. Peserta di bagi tiga kelompok, yaitu anak-anak, remaja dan orangtua, 2) Takjilan dan dan buka bersama, merupakan kegiatan PKBR (Panitia Kegiatan Bulan Ramadhan) dalam mengisi kegiatan bulan Ramadhan di Pota selama bulan puasa.

Peserta kegiatan TPA adalah anak-anak, tim PKM dan masyarakat umum. Belajar menyanyi dan materi dari TIM PKM STKIP santu Paulus Ruteng .

PKM ini telah berdampak positif, telah menumbuhkan rasa sosial, mau gotong royong, serta masyarakat telah merubah persepsi kepada mahasiswa bahwa mahasiswa tidak hanya mampu teori tetapi mampu menjadi contoh dalam kehidupan masyarakat di Pota Manggarai Timur. Kegiatan akan rutin setiap tahun setelah semester atau libur hari raya agama dilakukan oleh UKM LP2K dan di dampingi oleh pembina LP2K Dr. Abdul Majir,M. KPd.

Penulis: Abdul Majir