Kuliah Umum PGSD STKIP Ruteng Hadirkan Prof. Dr. Liliweri Aloysius, MS

Share

Suasana Saat Kuliah Umum

PGSD STKIP ST. PAULUS RUTENG-Flores. Peradaban kita bergerak memasuki era revolusi industri baru, yang kita sebut revolusi industri generasi ke empat (4.0). Revolusi industri generasi empat ditandai dengan membanjirkan produk teknologi digital (kerja manusia dibantu oleh robot, komputer semakin canggih, jaringan internet menyebar luar) ; mewabahnya layanan berbasis online. Satu hal yang tak dapat dibantah saat ini, teknologi digital menjadi alat ampuh untuk mampu bersaing. Manusia zaman now akan ketinggalan kereta jika tidak mampu mengakrabkan diri dengan teknologi digital. Realitas ini, tentu menjadi peluang  sekaligus tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan pada jenjang mana pun, khususnya pada perguruan tinggi. Perlu ada reorientasi paradigma dalam penyelenggaraan pendidikan. Lembaga pendidikan saat ini ditantang untuk tidak saja terus bertahan dalam literasi  lama (calistung; baca, tulis dan matematika), tetapi perlu bergeser pada literasi baru, yakni pada literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia.

Hal itu dikatakan  oleh ketua Panitia Pelaksana Rudolof Ngalu, S.Fil.,M.Pd sebagai latar belakang pelaksanaan  kuliah umum Pogram Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Santu Paulus Ruteng yang bertema “Literasi Digital pada Era Revolusi Industri 4.0”, Kamis (19/4/2018)

Ketua Prodi PGSD STKIP St. Paulus

Drs. Eliterius Sennen, M.Pd , selaku Keprodi PGSD dalam sambutannya mengafirmasi dasar pemilihan tema. Beliau menegaskan bahwa penting bagi civitas akademika Prodi PGSD untuk mendapat wawasan berkaitan dengan literasi digital. Sebab dewasa ini, kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi salah satu senjata ampuh agar mampu bersaing selaras tuntutan zaman.

Sementara Prof. Dr. Liliweri Aloysius, MS dalam materinya secara khusus mengupas “Literasi Media terhadap Media Komunikasi di Era Revolusi Industri 4.0.”

Guru besar Ilmu Komunikasi UNDANA Kupang itu  menegaskan bahwa dunia saat ini berhadapan dengan tsunami besar (disruption) teknologi. Akibatnya manusia terpecah ke dalam dua kelompok besar yakni; 1) Blame Trap (kelompok masyarakat yang terlanjur masuk dan atau terjebak dalam dalam arus euforia teknologi digital; maju kena, mundur kena). 2) Disruptive Mindset (Kelompok masyarakat yang mengikuti pola pikir tsunami besar teknologi/ siap menghadapi dan mengakrabkan diri dengan teknologi digital.

Menuruf Guru besar Ilmu Komunikasi yang akrab disapa Prof Alo  ini menegaskan bahwa “Media literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis media dan memahami pesan yang dikirim.  Kita semua. Diterpa sejumlah besar informasi dari beragam sumber,  jauh di luar media tradisional kita, yaitu TV, radio, surat kabar, dan majalah … Ada pesan teks, meme, video viral, media sosial, permainan video, iklan, dan banyak lagi. Tetapi semua media berbagi satu hal:  ada yang memproduksinya. .. Semua diciptakan karena suatu alasan – motif mempengaruhi”.

Lebih lanjut beliau menegaskan menghadapi revolusi industri 4.0, khususnya dalam kaitan dengan literasi media, perlu empat ketrampilan pokok, diantaranya terampil mengakses media, terampil menganalisis konten,  mengevaluasi pesan dan mampu menciptakan media untuk ekspresi diri dan komunikasi.

Diketahui pelaksanaan kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng Romo Dr. Yohanes Servatius Boy Lon, M.A di Aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng. Sementara moderator dalam kegiatan yang dihadiri oleh civitas PGSD ini adalah Vinsensius Sumardi, S.Fil.,M.Pd

 

Publikasi : Admin PGSD