Literasi Digital Pada Era Revolusi 4.0 Adalah Tema Kuliah Umum PGSD STKIP St. Paulus Ruteng

Share

 

          Pemateri dan Moderator

PPGSD STKI Ruteng-Flores, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santu Paulus Ruteng melaksanakan kuliah umum dengan tema “Literasi Digital Pada Era Revolusi 4.0”.

Ketua Program Studi PGSD, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd dalam laporannya mengatakan bahwa kemajuan dan perkembangan pesat dalam bidang informasi dan teknologi saat ini membutuhkan kemampuan menerapkan literasi digital (data, teknologi, SDM) untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru sehingga mampu menghadapi sekaligus bertahan dalam era revolusi industry 4.0.

Ditemui secara terpisah, Ketua Panitia Rudolof Ngalu, S.Fil.,M.Pd mengatakan bahwa, sesungguhnya tema ini diangkat sebagai kepedulian dan bentuk tanggungjawab akademis pendidikan tinggi, Khususnya PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng dalam mempersiapkan generasi muda yang cerdas, inovatis, kritis dan kreatif sebagaimana tuntutan revolusi industri 4.0.

Kuliah umum yang dihadiri oleh para mahasiswa PGSD, para dosen dan pembantu ketu I STKIP Santu Paulus Ruteng dibuka secara resmi oleh ketua STKIP Santu Paulus Ruteng Romo Dr. Yohanes Servatius Boylon, M.A.

Baca: Tingkat IA dan IIA PGSD STKIP Santu Paulus Ruteng menjalankan PKM Melalui Pelayanan Paskah di Stasi Paje Paroki Orong Tahun 2018

                    Peserta Kuliah Umum

Literasi digital pada revolusi 4.0 berperan ibarat pisau bermata dua, disatu sisi bermaanfaat bagi manusia untuk mendapatkan akses yang lebih luas, namun disisi lain  menjadi masalah bagi tersendiri dalam hubungan social dan pembentukan karekter bangsa. Hal itu disampaikan Ketua STKIP dalam sambutannya.

Kerana itu, menurut Romo Jhon, ‘dibutuhkan peran masyarakat yang lebih cerdas dalam memilih dan memilah informasi baik dan tepat guna, disinilah pentingnya literasi digital yakni kemampuan untuk membaca, memahami dan menganalisa berbagai sumber digital, sebab literasi digital merujuk pada sikap dan kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi internet secara konstruktif sehingga dapat membangun pengetahuan baru, membangun jaringan komunikasi yang lebih luas dan efektif serta membangun akses untuk dapat berpatisipasi secara aktif dalam masyarakat’

 

Prof. Dr. Liliweri Aloysius, M.S adalah pemateri dalam kuliah umum yang dilaksanakan di Aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng, Kamis (19/04/2018) .

Prof. Liliweri Aloysius, MS

Prof. Dr. Liliweri Aloysius, MS

Prof.  Dr. Liliweri Aloysius, M.S dalam presentasi materinya mengemukakan  bahwa “Industri 4.0  adalah  nama tren otomatisasi dan pertukaran data saat ini dalam teknologi manufaktur – termasuk sistem siber-fisik, internet,  ‘cloud’,  dan komputasi kognitif; yang bermula dari proyek strategi teknologi tinggi pemerintah Jerman yang mempromosikan komputerisasi manufaktur”

Baca Juga: Seminar PGSD: Mengakomodasi Keinginan Intelektual Dosen-Dosen

“Istilah “Industrie 4.0” dihidupkan lagi tahun 2011 di Hannover Fair.  Kelompok kerja Industri 4.0 merekomendasi implementasi Industri 4.0 kepada pemerintah Jerman  4.0” Lanjut Prof Alo.

Terkait ketrampilan literasi media yang perlu diasah pada revolusi industry 4.0, Prof. Alo mengatakan bahwa perlunya mengakses media, gagasan kritis untuk menganalisis konten,                mengevaluasi pesan dan  mampu menciptakan media untuk ekspresi diri dan komunikasi.

Disaksikan oleh media ini, kegiatan kuliah umum diwakan oleh guru besan Ilmu komunikasi UNDANA dengan dipandu oleh moderator Vinsensius Sumardi, S.Fil.,M.Pd berjalan lancar dan serius. Keseriusan peserta terlihat pada banyaknya peserta yang menyampaikan pertanyaan pada sesi diskusi. (Admin Prodi PGSD)