Prof. Dr. Taufik Abdullah: Pendidikan sebagai Sharing Collective Memories

Share

Salah satu keynote speaker dalam International Conference on Education, Cultural, and Humanities (ICECH) yang diselenggarakan oleh STKIP Santu Paulus Ruteng adalah Prof. Dr. Taufik Abdullah.

Profesor Taufik mempresentasikan materinya bersamaan dengan Prof. Dr. Emil Salim.

Dalam kaitan dengan pendidikan, Sejarawan Indonesia ini menjelaskan bahwa pelajaran sejarah kita jangan sibuk dengan tahun dan nama orang. Sebaliknya, ia menyarankan pelajaran sejarah hendaknya menjadi kesempatan sharing collective memories. Walaupun Indonesia ini multikultur, namun dengan memiliki collective memories seseorang menjadi bijaksana dalam kehidupan sosial. Mantan Ketua LIPI periode 2000-2002 ini juga menekankan kecerdasan sebagai pangkal kebijaksanaan dalam pendidikan.

Presntasi dari Prof.Dr. Taufik dan Prof. Dr. Emil dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, baik dari kalangan mahasiswa, guru, dosen, jurnalis, dan masyarakat umum. Hadir juga para peserta dan pembicara berasal dari berbagai wilayah dan perguruan tinggi, seperti dari Universitas Indonesia, UGM, Universitas Airlangga, Universitas Merdeka Malang, Universitas Katolik Widyakarya Malang, Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Jember, Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Universitas Khairun Ternate, Universitas Halu Oleo Kendari, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Trunojoyo Madura, STAI Tasikmalaya, Universitas Flores, STKIP Citra Bakti Ngada. Keynote speakers dan pembicara seluruhnya berasal dari 8 negara.

Peliput : Mikael Nardi

Editor : Lian Jemali

Foto : Patris Tegok