Program Studi Pendidikan Matematika Menyelenggarakan Seminar Nasional

Share

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Santu Paulus- Ruteng menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional pada Sabtu, 18 Mei 2019 yang bertempat di Aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng dengan peserta seminar mahasiswa dan dosen program studi pendidikan matematika serta guru- guru sekolah mitra . Kegiatan ini diawali dengan tuak kepok yang dibawakan oleh panitia seminar prodi Pendidikan Matematika sebagai ucapan selamat datang kepada pemateri, Dr.Damianus D. Samo, S.Pd.M.Pd, dosen pada Pendidikan Matematika FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di depan aula Missio STKIP Santu Paulus Ruteng. Kemudian dilanjutkan dengan seremonial pembukaan seminar nasional yang diisi dengan sambutan Ketua Panitia Seminar Nasional, Yohanes Kurniawan, M.Pd, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Emilianus Jehadus,M.Pd dan Ketua STKIP Santu Paulus Ruteng, Dr.Yohanes Servatius Lon,MA sekaligus dengan resmi membuka kegiatan seminar nasional. Tema yang dibedah dalam seminar ini adalah Inovasi Pembelajaran Matematika Sekolah Berorientasi Literasi Matematika di era Digital dengan moderator Bedilius Gunur,M.Pd. Bertolak pada tema umum ini pemateri pertama, Dr. Damianus D.Samo, SPd. M.Pd, menjelaskan lembaga pendidikan dan pendidik harus mampu menyiapkan peserta didik untuk mampu beradaptasi dan bersaing dalam revolusi industri 4,0. Menurutnya pendidikan sekarang harus berorientasi pada tuntutan pemenuhan kebutuhan berbasiskan teknologi. Karena itu fokus pembelajaran saat ini adalah membantu peserta didik untuk mencapai kecakapan  belajar dan inovasi; kecakapan informasi, media, dan teknologi; dan kecakapan hidup dan karier. Tujuan  ini hanya bisa dicapai dengan mengembangkan kecakapan belajar, kecakapan informasi, dan kecakapan hidup. Disamping itu, pembelajaran berbasis budaya juga bisa membantu peserta didik untuk mengembangkan kecakapan- kecakapan tersebut.  Pemateri kedua, Dr. Kristianus Viktor Panteleon,M.Pd.Si, dosen prodi pendidikan matematika STKIP Santu Paulus Ruteng yang diwakili oleh Fransisikus Nendi,M.Pd.Si membawakan materi tentang Komunikasi Matematis dalam Terang Literasi Matematika. Dengan bertolak pada landasan yuridis formal seperti dituangkan dalam Permediknas No.16 tahun 2007 pemateri menekankan pentingnya kemampuan komunikasi matematis sebagai prasyarat dasar untuk mengkomunikasikan ide- ide kritis dan konstruktif kepada komunitas profesi matematika. Merujuk pada Yang, dkk (2016) pemateri mendefenisikan komunikasi matematis sebagai proses penyampaian ide- ide dan pemahaman matematika baik secara lisan, visual, maupun dalam bentuk tulisan dengan menggunakan simbol, grafik, diagram, dan kata- kata. Komunikasi matematis memiliki dua karakteristik utama:universal dan ringkas-padat makna. Komunikasi matematis menurutnya bisa berjalan baik jika memenuhi tiga syarat berikut ini: tepat, koheren, dan jelas. Komunikasi matematis merupakan salah satu muara akhir literasi matematika yang berorientasi pada keaktifan peserta didik untuk berpikir kritis dan mampu membagi ide- ide matematika serta membantu pendidik/guru untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan pembelajaran matematika siswa. Penyelesaian soal- soal literasi matematika syarat dengan kandungan komunikasi matematis yang sejalan dengan salah satu tujuan literasi matematika yang menekankan agar peserta didik dapat mengkomunikasikan ide- ide dan pemikiran matematikanya kepada orang lain. Kegiatan seminar nasional ditutup dengan sesi pertanyaan dan diskusi tentang komunikasi dan literasi matematika.

Leave A Reply