PKM PASKAH: MENDEDIKASIKAN DIRI UNTUK UMAT STASI ARUS

Share

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Matematika Santu Paulus menjalankan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Paskah setelah beberapa kali melaksanakan PKM di beberapa tempat. Kali ini HMPS memilih mengabdi di Stasi Roh Kudus Arus, Manggarai Timur.

Kegiatan PKM ini menjadi Program rutin yang diterapkan oleh lembaga Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Santu Paulus. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah/bentuk kegiatan yang dapat mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki mahasiswa dan mendedikasikan diri kepada masyarakat terkhusus stasi Arus. Kehadiran Mahasiswa lewat PkM ini juga diharapkan membangkitkan semangat  keterlibatan orang tua dan kaum muda dalam hidup menggereja di stasi Roh Kudus Arus.

Pada moment seperti ini juga, kegiatan PkM Paskah sebagai bentuk promosi kampus STKIP, sebagai bentuk tindakan nyata dalam pengabdian kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh  dosen pendamping yaitu Viviana Murni, M.Pd . Ia juga mewakili lembaga dan Program Studi Pendidikan Matematika untuk memberikan informasi tentang STKIP secara umum dengan sasarannya anak-anak yang akan mau kuliah pada tahun ini.

Mahasiswa yang ikut PkM Paskah di stasi Arus adalah mahasiswa Program studi pendidikan Matematika Angkatan 2016 semester 6. Mereka adalah orang-orang pilihan yang memiliki bakat dalam dunia seni, selain belajar matematika. Walau sudah mau masuk semester atas, mereka tetap memberanikan diri dan mendedikasikan diri untuk mengabdi kepada masyarakat dan bukan hanya di sini tetapi  juga di paroki-paroki dan stasi-stasi  lain. Nah, inilah STKIP Santu Paulus. Lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak guru profesional tetapi menyiapkan calon guru yang bisa menjadi “terang dan garam” atas masalah dalam masyarakat.

Panitia pelaksana PKM Paskah tahun ini adalah Yohanes Sutrinaldo. Mahasiswa kelas B semester 6 itu mengkoordinir teman-teman peserta PKM yang berjumlah 42 orang untuk menyukseskan kegiatan itu. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung 20-21 April menampilkan koor yang dibawakan sabtu suci dan minggu paskah dengan atraksi/penampilan-penampilan saat malam keakraban. Persiapan cukup lama agar terselenggara dengan baik dan puji Tuhan bisa berjalan dengan baik.

Berdasarkan hasil diskusi dengan pihak stasi sebelumnya, kami sepakat untuk membawakan koor sabtu suci dan minggu paskah dan juga penampilan spesial pada saat malam kesenian. Mahasiswa yang PkM ini menanggung liturgi pada tanggal 20-21 April termasuk pentas seni. Dalam perjalanan waktu, kami menetapkan 42 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini dan puji Tuhan kami bisa menampilkan yang terbaik untuk umat stasi Arus, tegas Panitia pelaksana yang biasa disapa Yoan.

Leave A Reply