PKM Meningkatkan Kemampuan Psikomotorik Anak PAUD Flamboyan Melalui Latihan Seni Tari

Share


Foto: Siswa PAUD Flamboyan, Desa Benteng Kuwu dan Masyarakat saat pertunjukkan 17 Agustus 2018

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), socsial emosional (sikap dan perilaku), bahasa dan komunikasi sesuai dengan karakteristik dan perkembangan anak.

Perhatian utama adalah kemampuan motorik yakni keterampilan anak dalam melakukan gerakan atau beraktifitas. Perkembangan motorik anak berbeda-beda, ada yang lambat (tidak sesuai dengan usia dan level perkembangan biologis) dan ada yang sesuai dengan perkembangan biologis/sesuai tingkat kematangan anak. Oleh karena itu, sejak usia dini harus ada kegiatan yang menstimulus pengembangan motorik anak secara maksimal. Untuk anak usia dini, kegiatan dikemas dalam bentuk aktifitas yang ringan dan menyenangkan. Pada usia dini, yang disasar adalah kemampuan motoric halus, yaitu kemampuan anak berkatifitas dengan otot-otot kecil seperti keterampilan menggunakan jari-jemari atau gerakan pergelangan tangan atau gerakan kaki dalam skala kecil.

Berdasarkan penelitian di sebuah lembaga PAUD, ada begitu banyak kegiatan yang dilakukan seperti gerak dan lagu, seni tari, menciplak dan lain-lain. Tetapi yang paling banyak kegiatan yang diminati siswa di lembaga PAUD tersebut adalah seni tari.

Peningkataan motorik anak melalui latihan menari, antara lain: membentuk mental dan fisik melalui latihan mengayunkan tangan dan gerakan kaki. Anak dididik untuk percaya diri, mampu menjaga kekompakan/kerja sama skala kecil dengan anak lainnya, tidak malu, dan tidak kaku. Kegiatan sebaiknya didesain dalam waktu singkat/berdurasi pendek, sesuai ketahanan fisik anak usia dini.

Pada Agustus 2018, melalui Dosen Pembimbing KKN dan mahasiswa KKN Integratif 2018, diadakan “PKM Meningkatkan Kemampuan Psikomotorik Anak PAUD Flamboyan Melalui Latihan Seni Tari”. Kegiatan ini berlangsung 7 hari, tiap hari selama 1 jam, dengan jeda 20 menit per hari. Jadi, tiap hari selama 40 menit, anak PAUD Flmaboyan dilatih menari oleh mahasiswa dan dosen dari STKIP Santu Paulus Ruteng.

Antusias siswa PAUD dan gurunya, sangat luar biasa. Bahkan orang tua siswa juga sangat antusias. Kadang-kadang, petani yang tidak sempat ke kebun, menyempatkan diri menonton latihan anak mereka di PAUD Flmaboyan. Saat pementasan di lapangan kecamatan Ruteng, hamper semua orang tua siswa hadir menyaksikan. Orang tua dan warga bersorak gembira dan tertawa lucu menyaksikan gerakan polos anak PAUD Flmaboyan yang terlibat dalam PKM ini. (Sebastianus Fedi)

Leave A Reply