MAHASISWA KKN STKIP SANTU PAULUS MELAKSANAKAN PEMBUDIDAYAAN SAYURAN DENGAN MEMANFAATKAN PUPUK ORGANIK DI DESA UMUNG, SATAR MESE KABUPATEN MANGGARAI

Share

Desa Umung  merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan  Satar Mese, kabupaten Manggarai. Desa Umung  dapat dikatakan sebagai desa yang berpotensi untuk usaha bidang pertanian karena tanah di wilayah ini sangat subur dan juga persediaan air yang sangat memadai.  Salah satu usaha bidang pertanian yang cocok dilakukan di wilayah ini yaitu pembudidayaan sayur-sayuran dengan memanfaatkan pupuk organik. Hal ini semakin didukung dengan pekerjaan masyarakat yaitu pada umumnya bekerja sebagai petani, dan sebagian besar masyarakat memiliki hewan peliharaan yang dapat menjadi sumber utama untuk pembuatan pupuk. Dengan adanya hewan peliharaan yang beragam, kotorannya dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan salah satu jenis pupuk organik yaitu pupuk kandang yang selanjutnya dicampur dengan tanah biasa untuk memaksimalkan kadar kesuburan di dalamnya. Jika dilihat dari jenis hewan peliharaan yang ada, jenis hewan yang lebih banyak dipelihara masyarakat desa Umung yaitu kambing. Hal ini menjadi potensi besar dibuat pupuk organik jenis pupuk kandang yang dicampur dengan tanah ataupun jenis campuran lain seperti jerami.

Proses pembuatan pupuk ini cukup sederhana dan tentunya tidak memakan biaya sebab segala bahan-bahan untuk membuatnya tersedia. Jenis pupuk kandang yang cocok untuk dihasilkan atau dibuat di desa ini yaitu jenis pupuk organik yang padat sehingga saat dimanfaatkan untuk proses penanaman berbagai bibit pupuk ini lebih gampang digunakan.Masyarakat di lingkungan desa Umung kebanyakan berprofesi sebagai petani sayuran sehingga mereka sangat membutuhkan pupuk untuk menyuburkan tanaman sayurnya. Persoalan yang mereka hadapi sejauh yang pengusul pantau yaitu mereka mengalami kesulitan memperoleh pupuk anorganik sebab untuk memperoleh pupuk tersebut masyarakat harus membuat kelompok tani sehingga pembeliannya berdasarkan kelompok tani tersebut, sementara mereka lebih nyaman membuat usaha sayuran sendiri.

Mempertimbangkan pembuatan pupuk alternatif ramah lingkungan dan murah yaitu pembuatan salah satu bagian dari pupuk organik yaitu pupuk kandang yang dicampur dengan tanah ataupun campuran lain misalnya jerami untuk memaksimalkan kadar kesuburan di dalamnya di Desa Umung,  maka tim dari STKIP Santu Paulus Ruteng yang terdiri 1 orang dosen dan 4 orang mahasiswa yaitu: Alberta Parinters Makur, S.Si, M.Pd (NIDN. 0409058801), Yohanes Rion Afandi (Npm. 15.31.4062), Maria Roliastri Y Ndola (15.31.3108), Maria Kulumba Bahagia (15.31.3067), Rosyanti Intani Setiawan (15.31.5142 memandang perlu untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai solusi atas persoalan tersebut. Adapun judul PkM yang dibuat adalah UPAYA MENINGKATKAN PENGHASILAN MASYARAKAT DI BIDANG PERTANIAN MELALUI PEMBUDIDAYAAN SAYURAN DENGAN MEMANFAATKAN PUPUK ORGANIK DI DESA UMUNG, SATAR MESE KABUPATEN MANGGARAI.

Hal ini menjadi pertimbangan utama dalam membuat PKM ini di mana fokusan program yang akan dijalankan di sini yaitu pembuatan pupuk alternatif ramah lingkungan dan murah yaitu pembuatan salah satu bagian dari pupuk organik yaitu pupuk kandang yang dicampur dengan tanah ataupun campuran lain misalnya jerami untuk memaksimalkan kadar kesuburan di dalamnya. Metode yang digunakan berupa sosialisasi cara membuat pupuk ramah lingkungan serta manfaat menggunakan pupuk ini untuk tanaman masyarakat. Setelah sosialisasi selanjutnya langsung dipraktikan seperti apa proses pembuatannya. Kegiatan ini dilakukan selama satu bulan dengan melibatkan dosen  mahasiswa yang dinilai telah mendapakan sedikit banyak bekal berupa pengetahuan yang bisa diterapkan kepada masyarakat.

Pada akhir kegiatan, diperoleh bahwa usaha sayuran para petani desa Umung semakin meningkat setelah memanfaatkan pupuk ramah lingkungan yang ada dan para petani tidak mengalami kesulitan lagi untuk mendapatkan pupuk bagi kesuburan tanaman sayuran mereka.

Leave A Reply