Kades Todo: KKN Kali Ini Berbeda dan Unik

Share

Todo, Satar Mese Utara-. Ketua STKIP Santu Paulus Dr. Yohanes S. Lon, MA pada Rabu (24/07) melepas 624 mahasiswa untuk mengadakan KKN (kuliah kerja nyata) integratif di 162 desa di Kabupaten Manggarai. Kegiatan KKN ini dilaksanakan mulai dari tanggal 23 Juli sampai 25 Agustus 2018. Pada kesempatan ini, Vitri (Bahasa Indonesia), Vona (PGSD), dan Albi (matematika) mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan KKN di Desa Todo, Kecamatan Satarmese Utara, dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN Bapak Yohanes Kurniawan, M.Pd. Mereka bertiga didampingi oleh DPL mendatangi Desa Todo pada tanggal 23 Juli 2013. Ketiganya mengakui bahwa perjalanan menuju desa ini adalah perjalanan yang sangat luar biasa. Perjalanan tersebut berhasil menyajikan pemandangan yang indah walaupun ikut pula merasakan jalanan rusak. Mereka mengaku bahagia mendapatkan jatah pembagian tempat KKN di Desa Todo.

“Ini adalah proses yang sangat baik bagi kami yang merupakan calon guru. Saya sendiri yakin kalau proses ini akan berbeda dan memberi manfaat penting. Kami akan mengadakan verivikasi dan validasi data sosial ekonomi masyarakat untuk dijadikan sebagai BDT alias Basis Data Terpadu. Selain itu kami akan mengadakan perpustakaan keliling, kelas matematika, dan kelas dongeng. Semuanya tentu saja mengisyaratkan bahwa akan ada interaksi antara kami dan penduduk Desa Todo. Interaksi tersebutlah yang dapat mengantar kami untuk mengenal kehidupan real masyarakat desa lebih dalam dan menjadi bekal apabila di kemudian hari kami menjadi guru di desa”, tukas  Alby saat ditanyakan seputar jenis dan tujuan kegiatan yang dilakukan selama masa KKN.

Vitri, mahasiswa prodi bahasa Indonesia sekaligus koordinator desa atau ketua tim KKN di desa Todo, menandaskan  bahwa KKN kali ini sebetulnya mampu memperlihatkan kerja sama dan relasi yang harmonis antara pemerintah, kampus, dan masyarakat harmonis dalam membangun Kabupaten Manggarai. ”Kali ini, mahasiswa dan kampus memperlihatkan bahwa usaha membangun daerah ini bukan hanya usaha pemerintah saja. Semua elemen termasuk kami juga harus bisa berkontribusi, dan salah satunya melalui KKN ini. Kami berkomitmen untuk bekerja sangat objektif dalam memverifikasi dan validasi data penduduk miskin”, imbuhnya.

Bapak Aurelius Ben Diharjo , Kepala Desa Todo, menyampaikan bahwa KKN kali ini berbeda dan sangat unik. “Sebelumnya saya belum pernah mendengar KKN diformulasikan dalam rangkaian kegiatan semacam ini. Dalam beberapa hari yang telah lewat, mahasiswa kkn ada bersama kami di kantor desa untuk mempersiapkan beberapa hal sebelum pergi mengunjungi warga di dusun-dusun. Di kantor mereka tentu saja mendapatkan banyak pengalaman penting terutama berkaitan dengan dinamika kehidupan di desa, hiruk-pikuk aktivitas kantor, dan lain sebagainya. Intinya KKN kali berbeda dan unik karena memberi banyak informasi dan pengetahuan lebih tentang kehidupan di desa”, ceritanya. “ Semoga mahasiswa KKN di tempat saya ini dapat bekerja dan mengabdi secara maksimal. Selain sebagai partner kerja pemerintah daerah, kali ini mereka juga merupakan partner kami pemerintah desa”, harap  kepala desa Todo yang telah menjabat sebagai kepala desa lebih dari satu tahun.

Leave A Reply