Dr. Rully: Manggarai Sangat Dekat dan Kaya Akan Literasi Matematika

Share

Seminar Nasional Prodi Matematika

“Literasi Matematika dalam Pembelajaran Inovatif”

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Santu Paulus Ruteng, mengadakan seminar Nasional Pendidikan Matematika dengan tema, “Literasi Matematika dalam Pembelajaran Inovatif”. Kegiatan ini dilakukan di Gedung Missio STKIP Ruteng pada Sabtu (26/5/2018), dengan menghadirkan pembicara kunci Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, dosen Universitas Ahmad Dahlan.

Dr. John S.Lon, selaku ketua STKIP Santu Paulus dalam sambutannya menyatakan bahwa literasi sudah menjadi perhatian masyarakat. Literasi jika dikaitkan dengan perkembangan informasi dan komunikasi diharapkan dapat mengeksplorasi kemampuan mahasiswa atau siswa secara maksimal. Karena siapa yang menguasai dan mengelola informasi secara efektif akan menjadi pemenang dalam persaingan global.

“Literasi matematika sungguh dekat dan hadir dalam keseharian kita khususnya di daerah manggarai”, demikian kata Dr. Rully di awal presentasinya. Ole karena itu pendidik matematika harus membawa pemasalahan riil/keseharian dalam proses pembelajaran di kelas. Proses mengkaji unsur-unsur keseharian atau informasi, mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, mengorganisasi kemudian mengelolanya sesuai tujuan pembelajaran, merupakan proses membangun kosep ilmu, yang mana merupakan suatu tujuan dari literasi itu sendiri. Siswa harusnya dilatih untuk memiliki kemampuan ini untuk dapat secara cepat dan tepat menyelesaikan permasalahan dalam kehidupannya. Jika kemampuan ini dilatih secara terus-menerus, siswa tentu akan memiliki kreatifitas dan inovatif dalam mencari jalan keluar dari masalah. Kemampuan-kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam abad 21.

Dr. Rully dalam closing statement mengatakan bahwa Manggarai,sungguh sangat dekat dan kaya akan literasi matematika, sebut saja Lodok, bentuk geometri dari Wae Rebo, motif kain Songket yang begitu teratur dan indah, dan masih banyak lagi. Keteraturan ini adalah konsep matematis perlu dieksplorasi oleh siswa dengan bantuan guru, sehingga matematika itu tidak hanya berupa angka dan simbol, tetapi betul-betul dirasakan hidup dalam keseharian siswa.

Peliput : Iluminati Asrilen

Editor : Yohanes Kurniawan

Leave A Reply