PENDAMPINGAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI MANGGARAI TIMUR

Menurut Kamus Praktis Bahasa Indonesia, karakter adalah kombinasi ciri khusus orang atau tempat tertentu yang membuatnya berbeda dari yang lain. Keramahan dianggap sebagai karakter bangsa Indonesia. Karena itu keramahan sebagai karakter bangsa Indonesia perlu dimiliki tiap keluarga dan orang Indonesia. Pendidikan karakter menjadi makin mendesak untuk dikembangkan karena berbagai tekanan dan persoalan yang mengancam keutuhan dan masa depan generasi penerus seperti maraknya tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama agama yang mengancam kebinekaan dan keutuhan Bangsa, munculnya gerakan-gerakan separatis, perilaku kekerasan dalam lingkungan pendidikan dan di masyarakat, kejahatan seksual, tawuran pelajar, pergaulan bebas dan kecenderungan anak-anak muda pada narkoba. Selain persoalan yang mengancam keutuhan dan masa depan bangsa, Indonesia juga menghadapi tantangan menghadapi persaingan di pentas global, seperti rendahnya indeks pembangunan manusia Indonesia mengancam daya saing bangsa, lemahnya fisik anak-anak Indonesia karena kurang olah raga, rendahnya rasa seni dan estetika serta pemahaman etika yang belum terbentuk selama masa pendidikan. Berbagai alasan ini telah cukup menjadi dasar kuat untuk kembali memperkuat jati diri dan identitas bangsa.

Agar pendidikan karakter bisa terwujud dalam keluarga maka perlu solusi konkret yang mesti dilaksanakan. Kampus STKIP Santu Paulus sebagai bagian masyarakat Manggarai mempunyai tanggungjawab penguatan pendidikan karakter anak. Karena itu, perlu dilakukan kegiatan PkM. Maka dosen Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Santu Paulus Ruteng, Emilianus Jehadus, S.S.,M.Pd (NIDN: 0821056901) melakukan Pengabdian Masyarakat dengan judul PENDAMPINGAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DI MANGGARAI TIMUR (DI KAMPUNG LENGKO TEGOL, KECAMATAN LAMBA LEDA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR). Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan pada Maret – April 2018.

Adapun inti dari kegiatan PkM ini adalah memberikan penguatan pendidikan karakter anak lewat keluarga. Penguatan pendidikan karakter anak dilakukan secara menyeluruh dan sistematis pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Keberhasilan pendidikan karakter bergantung pada kemitraan yang sinergis antara para pelaku pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga sebagai pendidik yang pertama dan utama. Kemitraan trisentra pendidikan yaitu satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan akan terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter.
Materi pembekalan yang diberikan dalam kegiatan ini adalah langkah-langkah dini dalam rangka penguatan pendidikan karakter bagi keluarga se-stasi/sekampung Lengko Tegol. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa fase: 1) Orangtua anak diberikan materi diskusi dan contoh-contoh nyata nilai-nilai moral dan karakter anak. 2) Kegiatan presentasi materi, dan diskusi. 3) Pengabdi memberikan langkah-langkah praktis dan contoh-contoh nyata nilai moral dan karater yang baik. 4) Kemudian, dalam kegiatan simulasi, kegiatan didominasi oleh orang tua melalui petunjuk-petunjuk yang dibuat pengabdi. Pada umumnya orang tua mengalami kesulitan dalam melakukan simulasi. Ini disebabkan karena kegiatan ini masih dianggap baru dan belum menguasai langkah-langkah simulasi. Untuk itu orang tua dibantu oleh pengabdi dalam memberikan materi pembekalan.

PkM ini telah membawa dampak positif di mana orangtua, sekolah dan masyarakat bersinergi untuk memberikan penguatan pendidikan karakter anak di kampung Lengko Tegol.

Kata-kata kunci: pendidikan, karakter, keluarga, dan pendidik.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *