PKM HARI MINGGU PASKAH V SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN IMAN DAN TRANSFORMASI HIDUP MASYARAKAT

Share


Pendidikan iman dan transformasi hidup adalah dua aspek esensial yang mesti dimiliki oleh setiap orang beriman. Pendidikan iman dan transformasi hidup saling berpengaruh terhadap satu sama lain. Orang yang berpendidikan iman matang dan dewasa diharapkan mampu mentransformasi hidupnya ke arah yang lebih baik dan sebaliknya orang yang sudah mengalami transformasi dalam hidupnya memiliki pendidikan iman yang matang dan dewasa. Umat sangat merindukan agar perayaan Hari Minggu Paskah V dapat dilaksanakan di tempat yang terjangkau oleh setiap umat. Umat jarang mendapat pelayanan perayaan-perayaan Gerejani. Umat sering merayakan perayaan-perayaan gerejani secara terpusat di Paroki, maka sebagian besar umat tidak menghadiri perayaan ekaristi. Umat dari berbagai level umur seperti orangtua, orang dewasa, muda/remaja dan anak-anak tidak bisa menghadiri perayaan-perayaan besar gerejani karena jarak dari kampung tempat tinggal mereka terlalu jauh. Tambahan lagi, transportasi dari kampung ke tempat perayaan Hari Minggu Paskah V yang dilaksanakan di pusat paroki tidak terlalu lancar sehingga umat agak susah untuk menghadiri perayaan ekaristi.

Agar pendidikan iman dan transformasi hidup dapat terwujud maka perlu solusi konkret yang harus dilakukan. Kampus STKIP Santu Paulus Ruteng sebagai bagian dari masyarakat Manggarai Raya memiliki tanggung jawab penguatan pendidikan iman dan transformasi hidup umat/masyarakat. Karena itu, perlu dilakukan kegiatan PkM. Maka dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Emilianus Jehadus, S.S.,M.Pd (NIDN:0821056901) melaksanakan pengabdian masyarakat dengan judul Upaya Penguatan Pendidikan Iman dan Transformasi Hidup Umat melalui Perayaan Ekaristi Hari Minggu Paskah V (DI STASI NANGALILI–PAROKI SANTA FAMILIA WAE NAKENG, KABUPATEN MANGGARAI BARAT). Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan pada April 2018.

Adapun fokus dari kegiatan PkM ini adalah pendidikan iman dan pembentukan kerohanian umat melalui Perayaan Ekaristi Hari Minggu Paskah V. Dengan kegiatan PkM ini pendidikan iman umat makin matang dan kerohanian umat makin terbentuk sehingga umat mengalami transformasi dalam hidup bermasyarakat dan menggereja. Tim pendamping PkM menjadi fasilitator untuk memperoleh pengetahuan pendidikan iman dan pembentukan kerohanian umat/masyarakat.

Melalui kegiatan ini umat makin rajin mengikuti kegiatan rohani. Umat merasa gembira dan senang karena merayakan Hari Minggu Paskah V dalam suasana kasih, kekeluargaan dan penuh persaudaraan.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap utama: 1) Penguatan tokoh-tokoh agama untuk memahami tugas mereka agar umat memiliki pendidikan iman dan mengalami transformasi dalam hidup sehari-hari. 2) Mengumpulkan umat dari berbagai level umur (orantua, orang-orang dewasa, anak-anak muda/remaja dan anak-anak). 3) Pelatihan bersama para tokoh cara mendidik anak-anak muda untuk terlibat dalam kegiatan gerejani. 4) Monitoring dan evaluasi.

PkM ini telah berdampak pada umat dari berbagai level umur yaitu makin rajin dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan Gerejani di stasi Nangalili. Partisipasi umat menjadi makin tinggi.

(Emilianus Jehadus)

Leave A Reply