PKM PENGUATAN RELIGIUS SEBAGAI UPAYA DINI KARAKTER BANGSA ANAK-ANAK SEKOLAH DI STASI WERAK-ORONG KEC. WELAK KABUPATEN MANGGARAI BARAT

Share

Kesadaran sekaligus usaha pemusatan pendidikan karakter bagi generasi sekarang semakin kuat. Dikatakan demikian karena proporsi penerapan pendidikan karakter dengan pendidikan intelektual belum berimbang dan berkesinambungan. Usaha penyeimbangan pendidikan karakter dengan pembentukan kompetensi senantiasa harus dilakukan demi kepentingan masa depan anak dan bangsa Indonesia. Untuk itu, pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan harus menempatkan pendidikan karakter sebagai salah satu dimensi terdalam yang diintegrasikan dalam proses penenaman nilai. Baik pada masa sekarang maupun masa akan datang, pengintegrasian, pendalaman, perluasan, dan penyelarasan program dan kegiatan pendidikan karakter tersebut perlu diabdikan untuk mewujudkan kepribadian anak bangsa yang berkarakter. Dengan demikian, penerapan pendidikan karakter merupakan jalan perwujudan pembinaan mental anak bangsa di samping menjadi inti kegiatan pendidikan yang berujung pada terciptanya manusia yang berkpribadian unggul.

Di Stasi Werak Orong, mendidik anak masuk kedalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengembangkan karakter bangsa, masih jauh dari harapan. Penyebabnya bahwa orang tua belum sepenuhnya mengetahui makna positif dari keteribatan anak dalam kegiatan-kegiatan itu. Kemudian, kesulitan dalam mendidik anak masih terasa. Pengalaman beberapa orang tua dalam mendidik anak masih menggunakan cara biasa seperti memberi hukuman, melarang dengan keras, dan lain-lain. Namun belum membawa dampak baik bagi putra-putri mereka. Kondisi ini merisaukan hingga banyak anak-anak di stasi ini putus sekolah dan tidak mau sekolah. Wawancara kami dengan Ketua Stasi Bapak Wilibrodus W. Tahung (14/3/2018) diperoleh informasi bahwa: selama ini kami para orang tua mengalami hambatan dalam menangani masalah anak, karakter anak semakin hari makin jelek. Apalagi sekarang dengan HP, dan sepeda motor perhatian anak kepada orang tua sudah jauh dari harapan. Anak-anak lebih fokus pada permainan-permainan game yang ada di HP. Pesiar kemana-mana dengan motor yang berdampak tidak membantu orang tua di rumah.

Upaya pemecahan masalah terus dilakukan, Beberapa dosen Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Santu Paulus, Fransiskus Nendi, S.Si., M.Pd (NIDN.0823088005), Kanisius Mandur, M.Pd (NIDN.0814108601), Viviana Murni, M.Pd (NIDN.0808099102), dan Silfanus Jelatu, M.Pd (NIDN.0804059201) melalui kegiatan PkM berusaha membuat solusi konkret atas persoalan yang ada. Tim ini melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “PENGUATAN RELIGIUS SEBAGAI UPAYA DINI KARAKTER BANGSA ANAK-ANAK SEKOLAH DI STASI WERAK-ORONG KEC. WELAK KABUPATEN MANGGARAI BARAT”

Mereka melakukan kegiatan pada tanggal 28 Maret – 10 April 2018. Kegiatan berlangsng di Rumah Gendang (rumah Adat) kampong Werak Orong. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mitra yang terdiri dari orang tua dan siswa SD maupun SMP. Kegiatan dimulai dengan diskusi dan Tanya jawab tenang pendidikan karakter di hadapan orang tua dan siswa. Tahap akhir dari kegiatan ini, pengabdi dan masyarakat bersama-sama melakukan simulasi implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas.

Respon orang tua dan anak-anak dari kegiatan ini sangat bagus. Keterlibatan masyarakat nampak terlihat dari penerimaan secara adat, kegiatan awal dilakukan dengan suasana kekeluargaan. Kegiatan berlangsung dalam Susana kekeluargaan. Hasil akhir keiatan ini dibuat beberapa kesepakatan, diantaranya: (1) kegiatan diskusi perlu dilakukan setiap awal dan akhir semester, (2) perlu adanya pengentrolan dari pengabdi tentang penguatan pendidikan karakter, dan (3) perlu dilakukan evaluasi sejauhmana perkembangan penguatan pendidikan karakter.
Kegiatan ini cukup terbantu dan mendapatkan respon positif dari anak-anak dan juga orang tua.
(Frans Nendi)

Leave A Reply