Max Tamur, M.Pd : HOTS PENTING UNTUK KOMPETENSI MANUSIA ABAD 21

Share

Pemateri sekaligus Sekretaris Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Santu Paulus Ruteng  Maximus Tamur, M. Pd     mengatakan  evaluasi pendidikan tentu tidak dapat dipisahkan dengan pengembangan soal-soal berkategori HOTS (Higher Order Thinking Skill). Penyelegaraan penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar oleh guru membutuhkan kompetensi pedagogik  yang perlu dilatih, misalnya dalam kegiatan seperti pelatihan pengembangan soal HOTS ini.

Ketika memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan Pengembangan Soal High Order Thinking Skills (HOTS) di Borong, Sabtu (24/2) alumnus S2 Pendidikan Matematika Univ. Pendidikan Indonesia tersebut mengatakan pengembangan soal-soal HOTS  terbukti dapat meningkatkan hasil belajar MIPA baik untuk kebutuhan ujian nasional (UN) maupun untuk berbagai event olimpiade MIPA.

“Prodi Pendidikan Matematika STKIP Ruteng sangat siap karena sudah memiliki dosen dengan kualifikasi rumpun MIPA yang lengkap yakni satu orang dosen S2 pendidikan Fisika, 2 orang S2 Pendidikan Biologi, 12 orang S2 Pendidikan Matematika, dan  satu orang S2 Pendidikan Kimia, dan satu kandidat doktor Pendidikan Matematika,” tuturnya.

Pelatihan Pengembangan HOTS yang dilaksanakan di SMPN 1 Borong tersebut merupakan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari para dosen Prodi Pendidikan Matematika. Pelatihan tersebut diikuti oleh 16 orang guru rumpun MIPA dari SMPN 1 Borong dan SMPK St. Stanislaus Borong. Bertindak sebagai fasilitator pelatihan adalah 8 dosen MIPA dari Program Studi Pendidikan Matematika.

Kegiatan ini pelatihan tersebut bertujuan untuk mengembangkan soal-soal  tipe HOTS di mata pelajaran MIPA SMP agar siswa dilatih dan nantinya memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (kemampuan analisis, sintesis, evaluasi dan mencipta). Karakteristik soal HOTS yang dikembangkan adalah, yang pertama mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang kedua soal-soal yang dikembangkan berbasis permasalahan kontekstual, yang ketiga terdapat stimulus yang menarik dalam soal dan yang keempat penyelesaiannya soalnya tidak mengikuti prosedur baku.

Kemampuan-kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas, inovatif dan kompetitif.

 

Penulis: Yohanes Kurniawan

Editor: Marsel R. Payong

Leave A Reply