Share

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) STKIP Santu Paulus Ruteng mengadakan kegiatan pembuatan madding di SMP Negeri 2 Wae Ri’I, Selasa (5-10/11/2018).
Para siswa yang menjadi pengurus osis dipercayakan untuk mengumpulkan berbagai karya siswa lain seperti cerpen, puisi, pantun, gambar, sebagai bahan isi madding.
Kegiatan yang bertemakan “PENGEMBANGAN LITERASI MEDIA MELALUI PEMBUATAN MAJALAH DINDING DI SMP NEGERI 2 WAE RI’I” ini merupakan wujud nyata program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai oleh Bapak Bernardus Tube, M.Pd. Dosen yang memiliki NIDN 08.1810.8303 tersebut menyatakan program tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi mading di sekolah yang semula hanya digunakan sebagai papan informasi dan pengumuman. “Mmelalui madding sekolah, hasil karya tulis para siswa dapat memperoleh ruang apresiasi sehingga memotivasi para siswa untuk berliterasi praktis, yakni membaca dan menulis. Program ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa melalui proses menghias madding agar terlihat menarik,” kata dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini.
Kepala Sekolah SMPN 2 Wae Ri’I, Yosef Felisianus Dapit, S.S mengapresiasi PkM dari Prodi PBSI STKIP Santu Paulus Ruteng. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan literasi media sebagai wujud PkM dosen PBSI. Karena itu, atas nama lembaga SMPN 2 Wae Ri’I saya mengucapkan terima kasih banyak kepada tim PkM yang telah mempercayakan sekolah kami untuk melakukan pengabdian masyarakat,” ungkap Pa Felis, sapaan Yosef Felisianus Dapit.
Tim PkM mendapat dukungan penuh diberikan oleh pihak sekolah sehingga program penunjang Tri Darma Perguruan Tinggi tersebut dapat berjalan lancar.
Kegiatan ini dilakukan selama satu minggu denga berbagai tahap. Hari pertama diadakan sosialisasi tim PkM dengan pihak sekolah. Hari kedua dan ketiga tim mengadakan literasi media di kelas. Mahasiswa anggota PkM menjelaskan materi tentang madding disertai pengarahan dalam pembuatannya. Para siswa dibimbing untuk dapat membuat madding secara mandiri dengan baik dan benar. Sementara hari keempat dan kelima gegiatan terjadi di luar kelas, yakni perancangan dan pembuatan madding sekolah.
Dalam proses literasi media para siswa, peserta pelatihan diminta untuk menulis berbagai karya jurnalistik dan karya sastra. Hasil karya siswa tersebut lalu dipilih untuk ditempelkan pada madding.
Para siswa juga antusias dalam mengikuti program pembuatan mading, terhitung mulai hari sosialisasi, pelatihan, sampai pada praktik dan hasil.
Hasil literasi media dalam bentuk madding diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan menulis para siswa SMPN 2 Wae Ri’i. (e-no)

Leave A Reply