Mahasiswa Prodi PBSI STKIP St. Paulus Ruteng Kembangkan Produk Lokal Tange di Kelurahan Tenda

Share

Sejumlah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) St. Paulus Ruteng, mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di kelurahan Tenda, kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggarai, selama sebulan penuh, Februari 2018. Kegiatan PkM tersebut dikategorikan sebagai PkM Kewirausahaan karena dalam kegiataan tersebut para mahasiswa bersama masyarakat setempat mengembangkan produk tenun motif Manggarai, yaitu Tange (bantal).
Sebagaimana tertulis dalam proposal kegiatan PkM ini, kebutuhan ‘tange’ (bantal) dalam kehidupan masyarakat Manggarai sangatlah penting mengingat senantiasa digunakan pada setiap hajatan adat, juga kebutuhan rumah tangga. Akan tetapi, dalam kenyataannya persediaan Tange sangatlah terbatas. Atas latar belakang itulah para mahasiswa berniat untuk belajar sekaligus mendampingi masyarakat dalam mengembangkan produk tersebut sebagai benda hasil budaya lokal yang diharapkan memiliki nilai ekonomis.
Kegiatan PkM tersebut dilaksanakan oleh sejumlah mahasiswa tingkat III Prodi PBSI, STKIP St. Paulus Ruteng, yakni Leontine Ripawan Gadi, Aprilia Asri Patas, dan Yuliana Jelindung. Dalam pelaksanaan PkM, para mahasiswa tersebut didampingi seorang dosen pendamping, yaitu Angela Klaudia Danu, M.Pd. (NIDN 0807079001).
Dalam kegiatan monitoring dosen pembimbing diperoleh informasi dari masyarakat setempat bahwa pemroduksian Tange ini butuh waktu kurang lebih selama satu bulan. Hal tersebut disebabkan bahan mentah produksi Tange harus diambil dari hutan. “Para mahasiswa sangat antusias dan hendak belajar mengenai proses pembuatan Tange ini,” ungkap seorang Ibu yang sangat terampil membuat Tange. “Semoga para mahasiswa bisa belajar lebih lanjut untuk mewariskan cara membuat Tange agar ke depan produksi Tange terus berlangsung,” harapnya.
Ketika diminta memaparkan tujuan kreativitas Tange, ketua kelompok PkM ini mengemukakan bahwa mereka melaksanakan PkM ini dengan tujuan, yakni (1) untuk mengetahui seberapa besar peluang usaha pemroduksian Tange bisa menjadi produk pasar yang bisa diterima dan dijadikan sebagai sumber penghasilan, (2) untuk menghasilkan produk Tange yang berkualitas sehingga memiliki nilai jual tinggi sesuai dengan taraf hidup masyarakat, dan (3) untuk mengetahui manfaat dari produk tange untuk masyarakat.
Produk tange songke memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan produk bantal biasa yang ada di pasaran. Salah satu keunggulannya adalah memadukan produk tange dengan pola dan motif songke. Produk ini adalah produk yang ramah lingkungan dan inovatif sehingga konsumen pun juga tidak merasa dirugikan.
“Nilai jual Tange yang lebih mahal akan memacu masyarakat untuk melihat produk ini sebagai sebuah peluang pemberdayaan ekonomi rumah tangga,” kata seorang mahasiswa peserta PkM.(a-nes)

Leave A Reply