Share

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Petrus Sii, S.Kom., M.Pd. dalam sela-sela persiapan kegiatan PKM menyampaiakan alasan gerakan penghijauan dan penanaman pohon di mata air Desa Wongka Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai pada pertengahan Bulan Agustus 2018.
“Penghijauan dan reboisasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dikatakan penting karena penghijauan dan reboisasi dapat mencega erosi dan mengatasi kekeringan mata air pada daerah atau tempat tertentu. Melihat pentingnya penghijauan dan reboisasi maka tim PKM dosen dan mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng melakukan survey di tempat yang rawan akan erosi dan banjir, yakni di Desa Wongka,” jelas Misionaris Serikat Sabda Allah ini.
Kegiatan yang bertemakan “Upaya Menjaga Kelestarian Alam melalui Kegiatan Penghijauan dan Penanaman Pohon di Sekitar Mata Air di Desa Wongka Kecamatan Satar Mese Barat” ini dilaksanakan pada Rabu (15/8) dan Kamis (16/8) 2018 bersama mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng dari berbagai Program Studi. Tim PKM melakukan penghijauan atau reboisasi di sekitar mata air yang adalah sumber air bagi kebutuhan masyarakat setempat dan penanaman pohon pada lahan gundul dan tandus agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan air bersih dan terhindar dari erosi akibat hujan dan bencana alam yang sering terjadi.
Program ini dilakukan sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat miskin di desa Wongka yang sebagian besarnya bermata pancaharian petani. “Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih, dan tandusnya hutan akibat bencana alam serta ulah manusia. Selain bagi masyarakat setempat, kegiatan ini dilakukan sebagai nilai edukasi pendidikan karakter bagi mahasiswa berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat,” tegas Dewi Suryanti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Alexander, seorang petani Desa Wongka sangat sangat bersyukur dan mengapresiasi kegiatan PKM dari STKIP Santu Paulus Ruteng. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada lembaga STKIP Santu Paulus Ruteng, khususnya Bruder Piter – nama sapaan Petrus Sii (red) – dan mahasiswa yang telah merespon situasi dan kondisi masyarakat Desa Wongka,” ungkap Bapak separuh baya ini.
Pada tempat berbeda, Alexander seorang warga Desa Wongka juga mengapresiasi dan memberi apresiasi dan terima kasih kepada tim PKM. “Kami berterima kasih kepada tim PKM yang telah membantu masyarakat Desa Wongka dalam mengatasi masalah kekeringan dan kekurangan irigasi,” tegas Bapak yang memiliki sawah ini.

Leave A Reply