PBB DAN KKN DI SATAR LOUNG

Share

Mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), yakni Pelatihan Baris Berbaris (PBB) di Desa Satar Loung, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Senin (7/8) sampai Rabu, (15/8/2018).
Kegiatan PkM ini merupakan salah satu pion Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dituntut bagi semua dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan dan membagi pengetahuan kepada masyarakat sasar terkait dengan kopetensi yang dimiliki dan juga berdasarkan kebutuhan dan realita kehidupan dalam masyarakat satar. Hal ini dimaksud agar masyarakat memperoleh pengetahuan baik berupa pelatihan dan juga pengajaran dari para praktisi dan akademisi tentang keterampilan melakukan suatu kegiatan atau bidang tertentu.
Kegiatan PBB sebagai wujud nyata PkM tersebut ketuai oleh Eduardus Yovantus Abut, S.Fil., dan beranggotakan mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng. Yovan – sapaan Eduardus Yovantus Abut – menegaskan kegiatan PBB ini merupakan sarana bagi mahasiswa selama KKN untuk mengembangkan potensi diri yang telah mereka terima di perguruan tinggi.
“KKN integratif tahun 2018 dilaksanakan bersamaan dengan pengembangan kreativitas mahasiswa untuk memupuk nilai kerja sama dan gotong royong melalui kegiatan baris-berbaris bersamaan dengan bakti social”, ungkap Dosen yang pernah belajar filsafat ini.
PKM ini terintegrasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertema “MENGEMBANGKAN BUDAYA GOTONG ROYONG DAN KERJASAMA MELALUI KEGIATAN BAKTI SOSIAL DAN PELATIHAN BARIS BERBARIS DI DESA SATAR LOUNG, KECAMATAN SATAR MESE.”
Masyarakat terutama para orang tua bahagia melaihat anak-anak mereka bisa tampil kompak dalam kegiatan berbaris. Hal ini tentunya memberi semagat kebersamaan bagi anak-anak yang tertular pada orang tua sehingga gotong royong dalam kegiatan bakti sosial pun dijalani dalam suasana kegembiraan. “Kegembiraan anak-anak merupakan kegembiraan orang tua. Kami semua turut bergembira. Ini bukti kebersamaan yang kami pelajari dari kedatangan anak-anak STKIP Santu Paulus Ruteng”, kata Rafael di sela-sela kegiatan.
Rafael Jelalat selaku kepala desa Satar Loung merasakan suasana berbeda saat kegiatan PKM ini berlangsung. Hal ini ia tunjukkan dalam semangat bekerja bersama masyarakat desa saat kegiatan bakti social berlangsung. KKN integratif 2018 yang dilaksanakan STKIP santu Paulus Ruteng memberi warna baru dalam kehidupan masyarakat terutama masyarakat di desa Satar Loung.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa melakukan beberapa hal yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti mengadakan latihan-latihan dan mengerjakan tugas-tugas guna memenuhi persyaratan menjadi seorang guru yang handal dan memiliki pengabdian yang tinggi dalam berbagai bidang kemasyarakatan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka para calon guru dituntut supaya memiliki kemampuan dan keterampilan-keterampilan dasar sehingga mereka dapat melaksanakan tugas pengabdian bagi masyarakat di Desa Satar Loung serta memotivasi mereka untuk lebih semangat dalam menjalankan kehidupan sosial kemasyrakatan. KKN juga dilakukan dengan tujuan supaya para calon guru dapat mengalami situasi hidup bermasyarakat secara langsung di lapangan dan menjadikan hal itu sebagai pedoman dan referensi bagi mereka dalam menjalankan tugas sebagai calon guru.

Leave A Reply