DOSEN PBSI STKIP ST. PAULUS RUTENG BELAJAR BUDAYA DI DESA POPO KECAMATAN SATAR MESE UTARA

Share

Dua orang dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) STKIP St. Paulus Ruteng “turun gunung” ke desa Popo Kecamatan Satar Mese Utara Kabupaten Manggarai untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Kegiatan PKM ini berlangsung selama satu bulan. Terhitung sejak Kamis (01/06) sampai akhir Juni 2018, dua orang dosen PBSI STKIP St. Paulus melaksanakan kegiatan PKM di desa Popo kecamatan Satar Mese Utara. Kegiatan PKM ini melibatkan dua orang mahasiswa PBSI dan bekerja sama dengan masyarakat kampung Wangkung dan Labe, desa Popo Kecamatan Satar Mese utara.
Dua orang dosen yang “turun gunung” ini, yaitu Gregorius Raru, S.Fil.,M.Hum dan Marianus S. Jelahut, M.Pd. keduanya dibantu oleh Adenius Engko (Mahasiswa tingkat IV PBSI) dan Martinus Abar (Mahasiswa tingkat IV PBSI).
Kegiatan PKM ini dilaksanakan sebagai bentuk pengimplementasian dari salah satu tridharma perguruan tinggi. Kegiatan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan partisipasi/pelayanan dari akademisi dan mahasiswa dalam menyikapi persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dengan mengedepankan pemanfaatan potensi dosen dan mahasiswa.
Kegiatan PKM yang dilaksanakan di desa Popo lebih difokuskan pada upaya pendokumentasian berbagai warisan kebudayaan Manggarai yang masih ada di desa Popo Kecamatan Satar Mese Utara. Raru, salah satu dosen yang menggagas PKM ini menuturkan bahwa alasan utama pelaksanaan PKM ini adalah untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Manggarai. “Persoalan utama yang dialami oleh mitra adalah persoalan kurangnya dokumentasi warisan-warisan budaya tradisional. Bentuk warisan budaya yang tidak didokumentasi, seperti lagu-lagu tradisional, cerita-cerita rakyat, dan tuturan ritual. Solusi yang ditawarkan adalah melakukan dokumentasi bentuk-bentuk warisan budaya Manggarai, mencakup lagu-lagu tradisional, cerita-cerita rakyat, dan tuturan-tuturan ritual”, tegas Raru.
Kegiatan PKM dokumentasi warisan budaya ini diapresiasi oleh tua-tua adat di desa Popo. Rofinus Ento, seorang tokoh adat di desa Popo mengapresiasi kegiatan PKM ini. Ento menyampaikan ucapan terima kasih kepada lembaga STKIP St. Paulus yang telah berani untuk memulai sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi masyarakat Manggarai. “Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendokumentasian warisan budaya perlu dilanjutkan dan ditingkatkan lagi, sehingga banyak warisan budaya yang dipertahankan dan tidak punah karena kemajuan zaman”, ujar Ento pada saat pelaksanaan PKM.

Leave A Reply