MAHASISWA STKIP MENGADAKAN PKM DI DESA TADO

Share

Sekelompok mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat selama satu minggu di Desa Tado Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai.

Terhitung sejak Selasa (7/7) sampai Kamis (16/7) 2018, tiga orang mahasiswa STKIP melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tado Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Kegiatan pengabdian ini dijalankan secara integratif sebagai bagian dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) lembaga STKIP Santu Paulus Ruteng tahun 2018. Mahasiswa yang melaksanakan KKN berupaya memanfaatkan waktu pelaksanaan KKN dengan kegiatan pengabdian yang nyata. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah melaksanakan bakti social di desa Tado.

Mahasiswa yang terlibat dalam PKM ini adalah Feliks N. Suparman (mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Helmina E. Fati Mahasiswa (mahasiswi program studi PG-PAUD), dan Maria V. Helena (mahasiswi program studi PGSD). Ketiga mahasiswa ini didampingi oleh Gregorius Raru, S.Fil.,M.Hum; seorang dosen prodi PBSI STKIP St. Paulus Ruteng.

Kegiatan PKM yang dilaksanakan di Desa Tado Kecamatan Satar Mese mencakup kegiatan kerja bakti/bakti sosial dan pelatihan baris berbaris di SDI Tado. Kegiatan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan dan anjuran dari dosen pendamping, mahasiswa, perangkat desa, dan pihak sekolah.

Pelaksanaan kegiatan kerja bakti melibatkan semua siswa SDI Tado dan masyarakat Desa Tado yang dipimpin oleh Bapak Didimus Wanggung, Kepala Desa Tado. Kegiatan bakti sosial dilaksanakan berlokasi di jalan desa Tado dan di sekitar kantor desa Tado. Sedangkan, pelaksanaan kegiatan pelatihan baris berbaris dilaksanakan dalam rangka persiapan perayaan hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2018. SDI Tado menjadi sasaran pelatihan didasarkan pada pertimbangan akan lokasi dan komunikasi yang terjalin dengan guru-guru SDI Tado. “Lokasi sekolah berada di daerah Desa Tado sehingga dapat memudahkan mahasiswa dalam menjangkau lokasi pelaksanaan kegiatan. Selain itu sebagian besar guru di SDI Tado berasal dari Desa Tado, sehingga mahasiswa mudah menjalin komunikasi dan kerja sama dalam melaksanakan kegiatan”, komentar Raru, dosen pendamping tentang alas an alasan pemilihan SDI Tado sebagai tempat pelaksanaan PKM.

Pelaksanaan PKM berjalan lancar dan aman karena sebelum pelaksanaan kegiatan PKM mahasiswa melakukan observasi, melaksanakan rapat pemantapan dengan pihak desa dan sekolah, dan menjalin relasi social yang baik dengan masyarakat desa Tado.

Leave A Reply