Warga Momol Sambut Hangat Rombongan Prodi PBSI

Share

Rabu (28/3) Kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) asal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) STKIP Santu Paulus Ruteng disambut secara hangat oleh warga Stasi Momol, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat.

Rombongan PKM, mahasiswa Prodi PBSI STKIP Santu Paulus tiba di lokasi ber-PKM Desa Momol, Ndoso, Mabar pukul 17.00 witeng setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih dari Ruteng. Dua truck kayu yang mengangkut 60-an calon guru Bahasa dan Sastra Indonesia untuk tingkat sekolah menengah itu, akhirnya untuk beberapa saat parkir di halaman Gereja Stasi Momol menurunkan semua anggota rombongan.

Tampak sejumlah warga desa sekaligus umat Stasi Momol bersama para tokoh adat menunggu kedatangan rombongan di depan gereja Stasi Momol. Rombongan diajak berarak memasuki gereja melalui jalur pagar  yang telah dihiasi janur pucuk kelapa dan enau untuk acara penerimaan adat oleh tua adat bersama ketua dewan Stasi yang didampingi 10 orang ketua Kelompok Umat Basis (KUB) yang siap menerima mahasiswa yang didistribusikan pada setiap KUB yang ada.

Ritus Tuak Curu dan Manuk Kapu mnampilkan tua adat Lazarus Oso (67) dari KUB Sano sebagai juru bicara. Dalam ritus penerimaan itu, Oso tampak antusias menyambut rombongan mahasiswa yang akan menjalanjan PKM terkait perayaan Paska tahun 2018 bersama warga atau umat di Stasi Momol. Tua adat asal Sano itu dalam sambutan adatnya menyampaikan penghargaan dan terima kasih untuk kesediaan STKIP, dalam hal ini, Prodi PBSI yang siap melayani warga atau umat di Stasi Momol. “Ami nai ca anggit agu tuka ca leleng (kami berastu hati dan sepenuh hati) menerima rombongan karena kami percaya rombongan ini akan membakan kami  terang”, tegas ayah yang mengakui memiliki 11 putra itu.

Selain ucapakan terima kasih dan sambutan hangat yang secara simbolis dalam bentuk tuak dan ayam jantan, Lazarus juga berdoa dan agar semua anggota rombongan aman dan sehat selama ber-PKM di Desa dan Stasi Momol ini.

Acara tuak curu dan manuk kapu (pejemputan dan sambutan penerimaan) adat ini diterima Romo Bonefasius Rampung, S.Fil.M.Pd. yang menjadi pemimpin upacara selama perayaan Paska didampingi dosen pendamping Marianus Supar Jelahut, S.Fil.M.Pd. mewakli rombongan. Romo Bone sebagai yang dituakan dalam rombongan menyampaikan terima kasih untuk sambutan hangat umat dan warga Momol. “Kami merasa seperti kami kembali ke tengah-tengah keluarga kami karena kami akan ditempatkan pada keluarga-keluarga. Semua kita, kami yang datang dan umat Momol, punya niat yang baik agar Paska Tahun ini dirayakan dengan baik dan dalam kebersamaan. Karena itu, semuanya pasti baik”, kata Keprodi PBSI meyakinkan.

Sebagai tamu, Imam asal Pocoleok juga mengharapkan semua anggota rombongan aman dan sehat selama berada di Momol. Untuk itu, sebagai orang Manggarai yang paham adat, Bone memohonan doa para leluhur di wilayah Momol untuk menjamin keamanan rombongannya. Untuk itu, Bone menyerahkan yang  “Wae Lu’u (air mata) sebagai penghargaan doa bagi semua warga Momol yang telah berpualng termasuk para leluhur. Setelah ritus penerimaan Bone memperkenalkan secara singkat rombongan mahasiswa yang datang dan informasi sekilas tentang Prodi PBSI.

Ketua Dewan Stasi Momol, Martinus S.Syukur, dalam laporan singkatnya menyampaikan bahwa Stasi Momol terdiri dari dua Desa yaitu Desa Momol dan Desa Ndoso dan terbentuk dari tiga anak kampung, 10 kelompok umat basis (KUB), dan untuk pendidikan ada 3 Sekolah Dasar, 1 SMP dan 1 SMA.  Ada sekitar seribu lebih umat an 189 Kepala Keluarga. Warga Momol mayoritas petani. “Momol saat ini sudah dilengkapi PLN dan juga jaringan telekominikasi sehingga rombongan tida kesulitan penerangan dan komunikasi termasuk komunikasi internet”, imbuh ketua dewan stasi dan kepala salah satu SD di Ndoso ini. (*enob)

Leave A Reply