Kapolres Manggarai: Blusukan ke STKIP Santu Paulus Ruteng

Share

 

Sabtu (10/3) Kapolres Manggarai, Cliffery Steny Lapian, S.I.K,  menyempatkan diri hadir di lapangan bola sepak STKIP Santu Paulus Ruteng dalam rangka memberikan mahasiswa arahan terkait Kamtibmas di wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggrai Timur.

Paket kegiatan rutin kampus STKIP Santu Paulus Ruteng yang digawangi Puket III, bidang kemahasiswaan Sabtu (10/3) berbeda dari pelaksanaan kegiatan rutin sebelumnya. Agenda Puket III hari ini melibatkan dua program, PG-PAUD dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Paksi) dengan kegiatan Pelatihan Baris Berbaris (PBB)

Koordinator lapangan (korlap) bidang unit kegiatan mahasiswa (UKM) PBB, Gervasius Adam, kali ini menghadirkan sejumlah personal dari Unit Kapolres Manggarai  yang akan mendampingi para mahasiswa asuhan Romo Stefanus T.Rahmat, S.Fil.,M.Pd untuk Prodi PG-PAUD dan Romo Bonefasius Rampung, S.Fil.,M.Pd dari Prodi PBSI. Sekitar 800-an mahasiswa membentuk formasi dwiwarna kostum merah dan abu-abu menghadirkan suasana ceria ditopang suasana pagi yang sejuk dan cerah.

Kegiatan Bernilai Tambah

Kegiatan PBB hari ini tampak bernilai lebih karena diisi dengan berbagai hal seperti senam sehat untuk semua peserta dipandu beberapa instruktur senam kawakan  dari para mahasiswa yang dilokomotifi Saudara Bastian. Semuanya tampak bersemangat dan antusias mengolah gerakan fisik dalam rangka membentengi diri dari ancaman gangguan kesehatan.

Olah gerakan fisik dalam kemasan musik senam,  mengawali kegiatan PBB, hanyalah introduksi untuk kegiatan PBB yang sebagian besarnya dipandu para personal Polres Manggarai  yang rutin mendampingi mahasiswa dalam soal baris berbaris. Kegiatan kali ini tergolong bernilai strategis karena dimanfaatkan untuk sosialisasi masalah Kamtibmas yang disampaikan Kapolres Manggarai dan Manggarai Timur.

Kehadiran pimpinan lembaga keamanan tingkat kabupaten ini, memang bukan kegiatan yang dijadwalkan sehingga tidak ada seremoni sebagaimana biasanya kalau pimpinan instansi tertentu hadir di sebuah lembaga seperti STKIP. Polisi Edu, dalam keterangannya menyampaikan, “ Kami  sendiri informasikan kepada Pak Kapolres kegiatan pendampingan rutin di kampus ini. Beliau senang dan meminta kami untuk menghadirkan beliau untuk menyampaikan informasi yang terkait Kamtibmas. Kami sambut niat baik beliau dan komunikasikan ke pihak kampus dan disambut baik para pendamping kegiatan PBB di kampus ini”, demikian Polisi Edu informasikan kepada sejumlah dosen di seputar lapangan basket STKIP Ruteng, dan sejumlah personalnya.

Sebelum Kapolres tiba, kepada mahasiswa dinformasikan terkait pentingnya ketertiban berlalu-lintas demi keselamatan semua pengguna jalan. Tampil sebagai pembicara Polisi Fredi.  Fredi menegaskan pentingnya ketertiban berlalu-lintas demi keamanan warga dan pengguna jalan. “Keselamatan warga merupakan komitmen pemerintah dan kami mencoba melaksanakan itu di lapangan. Karena itu,  kami harus menyampaikan kepada masyarakat termasuk warga kampus tentang pentingnya ketertiban demi keselamatan. Kami percaya para mahasiswa calon guru menjadi mitra kami untuk sosialisasikan ketertiban ini”, demikian Fredi menyakinkan para mahasiswa dalam aksen yang agak ketimoran.

Fredi memaparkan fakta bahwa  Manggarai terdata  menempati urutan keempat dalam hal kasus kecelakaan lalulintas untuk NTT sepanjang tahun 2017.  Ada 64 kasus kecelakaan  yang menewaskan 31 orang dan membawa kerugian material mencapai angka 227 juta rupiah.

“Kita tidak inginkan banyak korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas yang bermula dari tidak adanya  kesadaran dan ketertiban mematuhi aturan berlalu lintas, termasuk kelengkapan administrasi. Banyak kecelakaan terjadi karena orang melalaikan urusan surat-surat kendaraan. Saya harap mahasiswa menjadi orang terdepan  dalam hal ketertiban berlalu lintas. Sekarang kami sedang menjalankan operasi simpatik selama 20 hari dan berlaku di seluruh Indonesia”, tambah Ferdi mengakhiri ajakannya.

Kapolres Mendapat Panggung

“Kami merasa diberi panggung oleh lembaga STKIP Ruteng ini untuk datang, meskipun  melalui komunikasi tidak formal.  Kami merasa senang hadir untuk menyampaikan beberapa hal terkait kehidupan bersama kita. Kami, baru dua bulan bertugas sebagai Kapolres dan sengaja hadir untuk mendapatkan dukungan kerjasama dari pihak kampus. Saya senang mendapat kesempatan ini”, demikian Kapolres berdarah Manado itu mengawali arahannya.

Ada tiga hal yang disampaikan dalam arahan berdurasi 10 menit itu. Hal pertama menurut Cliffery, demikian ia dipanggil, terkait masalah penyebaran berita bohong (hoax) menjadi trend masa kini sering dengan kemajuan dunia media sosial. “Kami berharap para mahasiswa lebih bijaksana dalam mengolah dan meneruskan berita. Pastikan bahwa yang diteruskan itu benar  adanya. Karena itu jika belum pasti kebenarannya jangan diteruskan. Kita akan dijerat hukum sesuai dengan Undang-Undang ITE” imbuhnya.

Hal kedua berkaitan dengan persoalan narkoba. Kapolres mengharapkan sekaligus mengimbau agar mahasiswa menjadi kelompok terdepan dalam mengatasi problem narkoba yang mengincar semua orang untuk berbagai tingkatan sosial dan usia serta jenis kelamin. “Kami berharap kalangan mahasiswa menjadi mitra kami dalam mengatasi masalah narkoba. Hal ketiga kita semua kiranya berjalan bersama dan saling mendukung dalam mengatasi penyakit sosial perjudian dalam berbagai bentuknya. Kita semua ingin manggarai ini aman dan bebas dari pelbagai masalah, dan para mahasiswa diharapkan menjadi contoh yang baik” demikian ia mengakhiri arahannya.

Mengakhiri kegiatan “blusukan” Kapolres asal Sulawesi itu, pihak STKIP diwakili Rm.Bone Rampung kembali menegaskan dan mengajak para mahasiswa untuk mendukung rencana dan niat baik pemerintah yang dipercayakan kepada Kapolres dan jajarannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban hidup bersama.  “Marilah kita dukung semua rencana baik pemerintah, termasuk menjaga ketertiban  hidup bersama dengan menghindari semua kebohongan, narkoba, dan perjudian dalam semua bentuknya”, demikian Keprodi PBSI mengakhiri sambutannya. (enob-r)

Leave A Reply